Tracing Diperketat, Covid-19 di Banyumas Kembali Melandai

Aspem Kesra Sekda Banyumas, Didi Rudwianto

KBRN, Purwokerto : Setelah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Banyumas kembali melandai. Data terbaru dari laman covid19.banyumaskab.go.id, Senin (14/6/2021) menunjukkan saat ini ada sebanyak 196 orang yang masih menjalani perawatan karena terpapar virus corona.

Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada hari Jumat (11/6/2021) lalu yang menunjukkan terdapat 408 orang di Banyumas yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemkab Banyumas sendiri terus melakukan tracing guna menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kita meningkat karena tracing terus. Dengan tracing banyak kan positifnya keliatan, dengan keliatan ini mapping-nya jadi jelas,” ujar Aspem Kesra Sekda Banyumas, Didi Rudwianto.

Belajar dari pengalaman yang terjadi di Kudus, Banyumas akan memperketat tracing di tempat-tempat industri seperti pabrik.

“Karena kudus daerah industri, kami akan perketat tracing-tracing di pabrik. Kami cek semua pabrik atau industri yang karyawannya banyak. Nanti teknisnya di Dinas Kesehatan, kami akan petakan terutama yang tenaganya juga dari luar kota,” terangnya.

Kegiatan keagamaan seperti ziarah di Banyumas juga akan dibatasi. Didi berharap sebisa mungkin masyarakat yang hendak berziarah untuk menundanya terlebih dahulu.

“Bukan kami larang tapi dibatasi, kalau bisa ditunda dulu. Dan melihat daerah yang akan diziarahi kondisinya seperti apa,” tandasnya.

Pelaksanaan pengajian atau kajian keagamaan juga dibatasi. Pengajian akbar untuk sementara tidak akan diizinkan. Namun untuk lingkup yang lebih kecil seperti di masjid atau mushola tetap diperbolehkan dengan catatan dapat menerapkan protokol kesehatan.  (YN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00