Kasus covid 19 meningkat, Stok PK Sangat Kurang

KBRN, Purwokerto: Stok plasma konvalesen (PK) yang ada di PMI Kabupaten Banyumas pada awal bulan Juni ini sangat kurang. 

Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas dokter Ivone Rusyandari mengatakan stok PK pada 14 Juni 2021 PMI Banyumas sudah mengeluarkan 1.332 kantong PK, untuk 1.123 pasien untuk PK berbagai golongan darah. 

Saat ini permintaan PK yang belum terpenuhi sebanyak 9 kantong untuk sembilan pasien dari beberapa golongan darah. Yang belum terpenuhi adalah inden dari luar wilayah Banyumas.

''Saat ini stok PK untuk wilayah Banyumas hanya ada sembilan kantong. Sedangkan PK yang free stoknya kosong,'' ungkap Ivone, Senin (14/6/2021).

Dokter Ivone mengatakan permintaan PK tersebut tidak hanya untuk pasien yang ada di rumah sakit di Banyumas saja, tetapi juga dari luar kota.

Ia menambahkan banyaknya permintaan PK beberapa waktu terakhir ini diperkirakan karena kasus Covid-19 meningkat lagi.

Ketua PMI Kabupaten Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam rangka peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni, mengajak warga masyarakat untuk mendonorkan darahnya lewat PMI. 

''Terutama adalah mereka penyintas Covid-19 atau orang yang pernah terkena Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh, sangat ditunggu untuk donor darah plasma konvalesen. PK saat ini sangat dibutuhkan untuk penderita Covid-19,'' ajaknya.

Sadewo yang juga Wakil Bupati Banyumas menambahkan Kabupaten Banyumas yang jumlah kasus Covid-19 pada awal 2021 sudah melandai, beberapa waktu terakhir ini, mulai terasa ada kecenderungan meningkat.

''Disamping mengajak mereka yang pernah terkena Covid-19 dan dinyatakan telah sembuh untuk mendonorkan PK, mari kita sama-sama menjaga protokol kesehatan agar kasus Covid-19 di Banyumas bisa dicegah penyebarannya,'' katanya.

Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia, kata Sadewo, PMI Kabupaten Banyumas mengadakan serangkaian kegiatan yakni donor darah di kantor UDD Banyumas yang ada di Sokaraja (14-15 Juni) dan Pendapa Sipanji (19 Juni), Lomba Video Tiktok (8-15 Juni) dan diskusi online (26 Juni).

''Berikan darah dan jaga agar duniatetap berdetak,'' ujar Sadewo. (spj)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00