Lebih dari 100 Orang Dari Klaster Mushola dan Keluarga

KBRN, Purwokerto : Setelah di Kabupaten Banyumas muncul adanya klaster musola dan klaster keluarga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mencatat, sudah ada 100 orang lebih dari kasus tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Atas jumlah yang cukup banyak tersebut, pihak Pemkab Banyumas akan lebih memperketat pengamanan.

"Total itu lebih dari 100 orang, dari seperti kemarin di Rawalo, Karangcegak, Pekaja, Notog," ujar Bupati Banyumas, Achma Husein, Kamis (6/5).

Husein menambahkan, terkait hal tersebut pihaknya akan terus melakukan tracing, kepada orang-orang yang memiliki kontak erat, serta akan mengekfektifkan Satgas Covid-19 lebih maksimal lagi. "Sekarang di Baturraden, diklat sama Pondok Slamet itu sudah penuh (tempat karantina, red), mangkanya sekarang lagi menyiapkan rumah Sakit Wijayakusuma. Hari ini sudah mulai ditata," kata dia.

Dari kasus klaster tersebut, menurut Husein sempat ada zona merah wilayah RT yakni di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dimana di tempat itu, sebanyak 44 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, setelah mengikuti salat tarawih di salah satu masjid desa tersebut. "Hanya sehari saja, sekarang sudah tidak lagi merah," ujarnya.

Atas munculnya klaster-klaster baru tersebut, Bupati meminta masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di daerah lain.(san)

   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00