Sempat Menjadi Desa Tertinggal, Jalatunda Kini Menjadi Desa Digital Pertama

KBRN, Banjarnegara: Sempat menjadi Desa tertinggal dalam berbagai aspek, Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, saat ini  menjadi Desa Digital pertama se Indonesia.

Kepala Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, Satam mengatakan kondisi internet yang ada di Desa Jalatunda selama ini sangat memprihatinkan.

“Seperti Pemerintahan Desa Jalatunda, setiap hari mengalami blank, tidak bisa bekerja. Mudah-mudahan kehadiran PT Wira Bakti Nagari untuk membangun Desa Digital atau Desa Internet bisa terlaksana,” kata dia saat launching Desa Digital Jalatunda, Senin (17/1/2022) siang.

Menurutnya, pada era digital saat ini, layanan kepada masyarakat sangat membutuhkan koneksi internet.

“Misal mencetak Kartu Keluarga,  Akta Kelahiran, Akta Kematian sangat susah sekali karena jaringan internet yang blank. Mudah-mudahan dengan kehadiran PT Wira Bakti Nagari bisa menjawab persoalan yang ada,” ungkapnya.

Launching Desa Digital diikuti delapan desa di Kecamatan Mandiraja dan dua desa si Kecamatan Purwanegara.

“Seperti kita ketahui, Internet juga sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk belajar online. Sebelumnya disini untuk belajar online, anak-anak mencari sinyal di gunung, di kebun, di sawah, di ladang agar bisa mengikuti pelajaran secara online,” paparnya.

Saat ini Desa Jalatunda ditetapkan Desa Digital pertama se Indonesia, sertelah PT Wira Bakti Nagari   launching di Jalatunda untuk menjadi Desa Digital pertama.

Perusahaan tersebut menyediakan paket internet dan dikelola oleh BUMDes.

“Kami percayakan kepada BUMDes untuk mengelola Desa Digital. Untuk bersama sama pertanggung jawabannya,” ujarnya.

Direktur Utama PT Wira Bakti Nagari, H. Idrus Lasimpala mengatakan, dalam pembangunan jaringan internet ini, pihaknya berinvestasi di desa-desa.

“Jadi kami bangun, desa tidak langsung bayar ke kami. Kami bangun dulu sampai beroperasi 100 persen, maintenancenya kami jalankan. Pembayarannya dari hasil penjualan kuota, penjualan paket data ke masyarakat atau provider lain,” jelasnya. 

Dikatakan, investasi di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara, kurang lebih Rp 3 miliar.

“Semuanya biayanya kami keluarkan sendiri, dari kantong pribadi kami. Jadi tidak mempergunakan Dana Desa atau dana lain. Karena kami sudah berhitung dengan hasil penjualan data kepada masyarakat, sudah bisa membayar kepada kami,” terangnya.

Pihaknya tidak mau mengatakan teknologi lain tidak bagus.   Namun nanti bukti yang akan berbicara. 

“Kami sudah berani membangun dengan biaya kami sendiri agar tidak ada blank sinyal. Mungkin sistem kami dan radio kami yang pertama di Indonesia,” lanjutnya.

Dengan keunggulan teknologi yang ada, dia optimis dana yang diinvestasikan akan segera balik modal. (jkw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar