PGRI Banjarnegara Hadirkan Budayawan Ahmad Tohari dalam Sarasehan

KBRN, Banjarnegara ; Masih dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2021 dan hari ulang tahun ke 50 PGRI,  Pengurus PGRI cabang Banjarnegara  Jumat siang (26/11/2021)  menggelar Sarasehan Gerakan Gemar Menulis dengan tema “Guru – Literasi – Sastra”. Hadir dalam kegiatan ini Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Muhdi beserta rombongan pengurus harian. Dalam sambutannya Dr.Muhdi mengapresiasi hadirnya nara sumber budayawan  Banyumas, Ahmad Tohari.,

"Apresiasi kepada Ahmad Tohari yang berkenan hadir ke Banjarnegara. Seorang maestro sastra berkenan hadir secara sederhana ke Banjarnegara. Semoga kehadiran Beliau menambah semangat para anggota PGRI Banjarnegara dalam menuangkan ide dalam bentuk tulisan." ungkapnya.

Doktor Muhdi juga berjanji  kepada maestro budayawan Ahmad Yohari jika terbit buku lagi dirinya akan langsung pesan 1.000 buku. Di bagian lain Dr Muhdi  juga menyampaikan kehebatan sosok Dr. Sulistiyo , mantan Ketua umum PGRI pusat yang berasal dari Banjarnegara dalam berjuang meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia.

" alhamdulillah akhirnya banyak juga guru yang haji dan umroh karena sertifikasi.  Saya berharap  agar para pengurus PGRI Kabupaten Banjarnegara selalu menjalin komunikasi, partisipasi, dan kemitraan." imbuhnya.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Drs. Noor Tamami, M.Pd. melaporkan,  anggota PGRI di Banjarnegara semua professional.

“Kami merasa bangga sekaligus berterima kasih kepada Bapak Tohari sang budayawan, Ketua dan pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memenuhi undangan teman-teman PGRI. Mari kita menimba ilmu dari  sang maestro”, ajaknya.

Budayawan Ahmad Tohari , sang novelis kondang dengan karyanya “Ronggeng Dukuh Paruk , “ mengajak para guru  dengan mendongeng  untuk menumbuhkan gemar menulis.

." Awali anak dengan mendengarkan dongeng maka akan munculkan imajinasi, dari imajinasi akan timbul rasa ingin tahu, untuk menjawab rasa ingin tahu tersebut maka anak diarahkan untuk membaca, maka dari sinilah akan timbul minat membaca. Syukur-syukur anak bisa tergerak untuk berlatih menuangkan idenya dalam tulisan”. paparnya.

Sarasehan diwarnai sesi  tanya jawab dengan peserta seputar penulisan dan juga  kehidupan sang penulis  Ahmad Tohari .(Joko Catur / IND ).)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar