Program Hijaunesia Power Peduli Planet Kembali Tanam 10 Ribu Bibit Kopi Di Desa Pegundungan Banjarnegara

KBRN, Banjarnegara: Sebagai upaya untuk konservasi, serta untuk ikut meningkatkan perekonomian masyarakat, PT Indonesia Power menggencarkan penghijauan di kawasan hulu Sungai Serayu, dalam program Program Hijaunesia Power Peduli Planet.

Salah satunya, dengan kembali menanam sebanyak 10.000 bibit kopi jenis arabika serta peresmian Senggani Knowledge Center di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara Jumat (26/11/2021) siang.

General Manager PT. Indonesia Power Mrica PGU, PS Kuncoro mengatakan, pihaknya memberikan bantuan bibit kopi, karena Indonesia Power  fokus melakukan penanaman kopi   di wilayah hulu sungai serayu.

“Tujuannya jelas untuk mengurangi arus sedimentasi ke waduk Panglima Soedirman, serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,”katanya.

Dia berharap program Hijaunesia Power peduli planet, dapat membantu masyarakat untuk menambah luasan lahan kritis yang ditanami tanaman konservasi, serta mampu  meningkatkan perekonomian warga masyarakat di wilayah hulu.

Menurutnya, sedimentasi menjadi salah satu masalah yang mengancam kelangsungan pembangkit listrik. Karena itu, pihaknya berusaha mencegah laju erosi di kawasan hulu melalui penghijauan.

“Tanaman kopi menjadi pilihan untuk konservasi karena dinilai efektif untuk mencegah erosi lahan. Di sisi lain, komoditas tersebut juga kian diminati petani sebagai pengganti komoditas tanaman semusim karena memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,”jelasnya.

Kades Pegundungan, Murti menyatakan, tanaman kopi mulai dibudidayakan secara intensif di wilayahnya sejak tahun 2012, yang salah satunya diinisiasi oleh PT Indonesia Power melalui program corporate social responsibility (CSR).  Selain dari bibit bantuan, warga juga menanam kopi secara mandiri.

“Total populasi tanaman kopi di Pegundungan saat ini mencapai 43.000 tanaman. Sekitar 50 persennya sudah berproduksi,” katanya.

Menurutnya, masyarakat mulai berminat menanam kopi karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan komoditas sayur-mayur. Sehingga, dari total 199 kepala keluarga, jampir 80 persennya kini mulai beralih ke komoditas kopi.

“Kami dari pemerintah desa juga mendukung dengan mendirikan badan usaha milik desa untuk menampung kopi dari petani,” jelasnya.

Sementara itu, Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin,  menyampaikan terima kasih kepada PT Indonesia Power yang membantu bibit kopi.

Menurutnya, tanaman kopi sangat tepat sekali karena menjadi salah satu komoditas unggulan perkebunan Banjarnegara.

“Apalagi ini di Desa Pegundungan dengan kopi sengganinya sudah dikenal luas dan memiliki pasar yang sangat bagus, harapan kami, Banjarnegara menjadi sentra produksi kopi nasional,” ungkapnya.

Selain untk meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman kopi juga diharapkan menjadi tanaman konservasi, untuk menguatkan tanah agar tidak mudah longsor.

“Seperti kita ketahui, Banjarnegara merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor, sehingga dengan semakin banyaknya warga yang menanam kopi diharapkan, bencana tanah longsor dapat diminimalisir, dan perekonomian masyarakat dapat semakin meningkat,”pungkasnya. (jkw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar