Gandeng Tirta Jabar dan Manila Water- PDAM Banjarnegara Fokus Turunkan Tingkat Kehilangan Air

KBRN,Banjarnegara: PDAM Banjarnegara akan fokus menurunkan tingkat kehilangan air (NRW) yang saat ini masih cukup tinggi.

Upaya ini akan menggandeng Tirta Jabar, Provinsi Jawa Barat, dibantu tim dari eks Manila Water, Filipina. Tirta Jabar merupakan perusahaan daerah air minum yang dimiliki Pemprov Jawa Barat, bergerak di bidang layanan air minum dan bersih.

Direktur PDAM Banjarnegara, Bahar Ibnu H, usai kunjungan kerja ke PT Tirta Jabar, Jumat (23/4/2021) mengatakan, kebocoran air yang saat ini terjadi menjadi persoalan serius di PDAM Banjarnegara. Dan di semua PDAM masalah ini juga menjadi salah satu penghambat perkembangan usaha PDAM.

"Potensi pendapatan yang hilang akibat tingkat kebocoran air ini cukup tinggi. Sehingga harus ditekan seminimal mungkin. Namun tidak mudah untuk melakukannya dan tidak bisa dilakukan secara instan," kata dia.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini tingkat kebocoran air di PDAM Banjarnegara sekitar 42 persen. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari target nasional sebesar 25 persen. Target penurunan NRW yang hendak dicapai 5-7 persen setiap tahunnya.

Banyak faktor yang menyebabkan tingkat kebocoran air ini. Yang cukup besar porsinya adalah faktor teknis berupa kondisi pipa yang sudah berusia tua. Rata-rata diatas 25 tahun keatas.

Pihaknya berencana melakukan penggantian pipa yang sudah berusia tua ini. Hanya memang diakuinya, kebutuhan anggaran yang diperlukan tidaklah sedikit. Sehingga akan dilakukan secara bertahap dan mencari alternatif sumber pembiayaan.

Selain itu pihaknya juga akan memasang district meter area (DMA) di sejumlah wilayah atau zona. Pemasangan sistem ini akan memudahkan mencari kebocoran air yang terjadi di jaringan pipa yang menuju ke pelanggan PDAM.

Direktur Utama Tirta Jabar, Asep Winara, pada saat pertemuan menyambut positif kerjasama yang akan dilakukan dengan PDAM Banjarnegara.

Secara teknis pihaknya siap melakukan pendampingan kepada PDAM Banjarnegara yang akan menurunkan tingkat kebocoran air. Dan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggandeng investor untuk pembiayaan kebutuhan tersebut.

"Tingkat kebocoran air ini terjadi di seluruh PDAM yang ada di Indonesia. Dan bisa terjadi seperti gunung es, sehingga dibutuhkan penanganan serius. Dan itu dimulai dari komitmen yang tinggi dari masing-masing perusahaan untuk menekan NRW," jelasnya.

Selain itu kedua belah pihak juga akan berencana melakukan kerjasama secara bertahap terhadap pelaksanaan digitalisasi operasional perusahaan, mulai dari hulu hingga hilir. (jkw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00