Pastikan PTM Aman, Kelauarga Besar UMP dan Radius 3 Km Warga Sekitar Kampus, Sudah Tervaksin

001.jpg

Deskripsi Gallery

KBRN, Purwokerto: Universitas Muhamadiyah Purwokerto (UMP) telah melakukan ikhtiar bersama sesuai dengan arahan dari Ketua Umum Pimpinan Muhamadiyah. 

“Saat ini kita berikhitiar secara kolektif untuk bisa menciptakan herd immunity untuk memperkuat daya tahan, agar terjadiprosee percepatan penanggulangan covid-19 di Indonesia.” lata Rektor  UMP Dr Ns Jebul Suroso SKp MKep, pada vaksinasi masal covid-19 Muhamandiyah Untuk Indonesia, Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kabupaten Banyumas, bagi warga masyarakat.

Beberapa upaya yang telah dilakukan UMP, menurut Rektor, antara laih faksinasi dilaksanakan 3 tahap, yang pertama kersajama dengan Kementrian Kesehatan melalui PP Muhamadiyah, dan hari ini dengan PDM dan Polda. 

“Upaya ini kita lakukan untuk membuat imunitas secara khusus, agar lebih kuat dantahan dari ingfeksi covid-19. Upaya yang lain kami lakukan adalah melalui upaya social gotong royong kemanusiaan, melalui pembagian sembakop untuk korban terdampak. Kemudian juga kirim mahasiswa dan dosen melakukan upaya KKN tematik danjuga melakukan pengabdian padamasyarakat. Dip[erguruan tinggi ini, kami juga berikan relaksasi pembiayaan besa siswa tekait dengan penanganan covid”. Katanya. 

Lebih dari itu, lanjut rektor kerja sama dengan UMP dengan pemerintah kabupaten Banyumas didukung oleh Pemprov Jawa Tengah, kami telah mendirikan Rumah Sakit Darurat Covid.

“Kami bersyukur rumah sakir darurat covid  UMP tidak dikunjungi banyak pasien. Artinya saat ini sudah semakin membaik penanganan covid di Banyumas. Terkait dengan vaksin ini, paling tidak radius 3 km dari UMP, bisa tervaksinasi. Ini penting karena capaian vaksin kita untuk mahsiswa, dosen dasen karyawan, kami harapkan bisa 100 persen, Kemnudian lingkungan sekitar UMP, tempat kos, warrung makan tempat mahasiswa, penyedia layanan dan keluarga besar UMP diupayakan tervaksinasi,” katanya

Pemberian vaksin ini juga merupakan bagian dari persiapan untuk perkuliahan tatap muka. Persyaratan utama untuk perkulihan tatam muka antara lain capaian vaksinasi harus 100 persen.

“Nah capaian kami saan ini untuk dosen karyawan sudah mencapai diatas 80 persen, per pelaksanaan vaksin sebelumnya, belum termasuk vaksin hari ini. Ketika nanti disini ada yang ikut lagi, mudah-mudahan nanti bisa menyentuh 100 persen. Kita akan atur manajemen ruang kelasnya, termasuk pendaftaran jumlah mahasiswa yang akan mengikuti kuliahtatap muka. Jadi belum 100 persen. Kami berharap akan lebih banyak lagi yang mengikuti PTM pada tahun ajaran baru. Kalauini pasca UTS 9ujian tengah semester) sudah mulai di berlakukan lebih dari 20 persen, kemudian nanti setelah semester genap, harapannya sudahbisa 50 persen, kemudia nnanti lanjut sampai bisa 100 persen” kata rector.

Sambil melihat fluktuasi, lanjut rector UMP, pihaknya terus mengamati, mudah mudahan tidak terjadi gelombang ke tiga.  

“Nah kami sedang mengamati ini Desember sampai Januari.  Saya malah penginusulkan, kalau bisa Desember Januari jangan sampai ada libur panjang. Kemarin-kemarin terjadi pergeseran hari besar diliburkan, kalau bisa sekarang pemerintah membuat  agar Desember Januari jangan ada libur panjang, karena itu menurut kami sangat riska”. ujar rector.

Perkuliahan tatap muka (PTM) secara bertahap akan segera dilaksanakan UMP seiring dengan telah diterimanya surat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Surat rekomendasi penyelenggaraan PTM tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Rektor UMP Dr Jebul Suroso saat pembukaan vaksinasi massal yang digelar Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Kampus I UMP.

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Suprianto S.
  •   Tanggal : 26 Okt 2021

Share this

FOTO LAINNYA