• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

18 PSK Tanjung Batu Merah Kabur Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal

29 February
18:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Ambon : Pasca penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah secara resmi (7/2). 54 pekerja seks komersial yang selama ini bekerja pada sejumlah wisma di lokalisasi dipulangkan ke daerah asalnya, dengan pendampingan petugas Dinas Sosial Kota Ambon. Sampai di daerah asal mereka, para PSK ini diserahkan ke pemerintah setempat. 

Namun, setelah yang lainnya sudah diantar ke daerah asal, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi selatan. Ada 18 PSK yang diduga kabur. Mereka tidak ikut pulang ke daerah asal. Keberadaan mereka pun tidak diketahui. 

Ketua Tim Pentupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah, A.G Latuheru saat dikonfirmasi wartawan, menuturkan kemungkinan besar para PSK yang diduga kabur sudah kembali ke daerah asalnya lebih dulu. Mereka tidak ingin ada penyerahan secara resmi ke pemerintah daerah asal mereka. Lantaran saat meninggalkan keluarga, para PSK ini berpamitan bekerja di restoran, dan tempat karaoke. Bukan sebagai pekerja seks. 

"Kalo pikiran saya mereka sudah pulang labih dulu. Karena memang kalau diantar sama petugas Dinsos. Mereka akan diantar sampe ke keluarga. Kan ada yang malu juga, keluarga tau mereka di Ambon kerja di restoran maupun karaoke. Bukan di lokalisasi," ujar Latuheru, Sabtu (29/2/2020) di Ambon. 

Latuheru yang juga Sekretaris Kota Ambon ini berjanji akan menelusuri keberadaan PSK. Bila ditemukan mereka masih ada seputaran bekas lokalisasi dan melakukan praktek prostitusi. Maka sesuai dengan kesepakatan dengan pihak kepolisian, para PSK dan pemilik wisma akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. 

"Tim khusus kami akan terus pantau di lokalisasi. Nanti tetap ditelusuri keberadaan mereka. Kalau memang kedapatan masih melakukan praktek prostitusi difasilitasi pemilik wisma. Bukan lagi urusan kita, langsung dengan kepolisian karena sudah masuk pelanggaran pidana," tegasnya

Penutupan lokalisasi Tanjung Batu Merah dilakukan atas rekomendasi MUI Maluku, yang meminita Pemerintah Kota Ambon menuntup praktek prostitusi yang sudah ada sejak tahun 80'an. Rekomendasi itupun mendapat respon baik. Walikota Ambon Richard Louhenapessy terus berkoordinasi dengan pihak Kementrian Sosial untuk melakukan deklrasi penutupan lokalisasi, dengan menghadirkan Dirjen Rehabilitasi Sosial, tuna sosial dan korban perdagangan orang Kemensos, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan serta Tokoh Masyarakat.


00:00:00 / 00:00:00