• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Gudang Penimbunan Masker Jadi Tempat Produksi Masker Ilegal

29 February
11:19 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Masker menjadi barang yang sangat dicari masyarakat saat ini untuk melindungi diri dari virus corona yang sedang merebak. Saat ini pun harga masker di pasaran sudah naik menjadi 10 kali lipat dari harga normal dan langka di berbagai tempat.

Sementara itu, pihak kepolisian menemukan di kawasan pergudangan Central Cakung di Jalan Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur, terdapat gudang penyimpanan alat-alat kesehatan resmi yang menimbun dan memproduksi masker ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan gudang ini bukan hanya menimbun masker, tetapi memproduksi masker juga.

"Gudang ini awalnya tempat penyimpanan alat kesehatan resmi, tetapi saat merebak penyakit corona gudang ini jadi tempat produksi masker ilegal," kata Yusri kepada RRI, Sabtu (29/02/2020).

Yusri juga menambahkan awalnya dirinya mendapatkan info mengenai beberapa tempat yang melakukan penimbunan masker ini. Dari info tersebut didalami oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kemudian pihaknya menyelidiki salah satu gudang di daerah Central Cakung, Cilincing, Cakung, Jakarta Timur.

"Pada saat digrebek ternyata bukan malah melakukan penimbunan tetapi ternyata mereka membuat atau produksi masker yang tidak memiliki standar kesehatan," jelas Yusri.

Mesin dan bahan dasar pembuatan yang digunakan memang dibeli oleh pemilik gudang dari Cina langsung. Tetapi masker tersebut yang dibuat tidak sesuai standar, karena yang kita ketahui seharusnya setiap pembuatan masker itu harus ada izin Depkes, lalu di tengah masker tersebut harus ada anti virus untuk melindungi penggunanya. 

"Tetapi berbeda dengan yang dibikin, masker ini tidak ada anti virusnya hanya sekedar dalam bentuk masker saja untuk menghindari debu yang serupa dengan sehelai kertas saja," jelasnya kembali.

Yusri juga menjelaskan bahwa mereka mengepak menggunakan merek tersendiri dan tidak ada sama sekali izin dari Depkes atau BPOM. 

Sementara dari pengakuan dari 10 tersangka gudang itu sudah beroperasi sejak awal Januari 2020 atau sejak mewabahnya virus corona tersebut. Pemiliknya sendiri merupakan Warga Negara Indonesia dan belum diamankan karena masih berada di luar negeri.

Diketahui sebelumnya bahwa dalam resminya masker itu hanya dijual dengan harga 20 ribu rupiah saja, sedangkan pada harga pasaran sekarang bisa mencapai 300 ribu rupaih. Dan gudang ini pun menjual dengan harga 200 ribu per satu kotaknya.

"Mereka sudah menyebarkan maskernya kebeberapa toko dan menjualkannya melalui online, tetapi kami masih mendalami mengenai hal itu," jelasnya kembali. 

Dalam satu hari mereka bisa mendapatkan keuntungan sekitar 200 sampai 300 juta rupaiah. Pihaknya akan terus mendalami kasus ini dengan terus mencari tempat-tempat penimbunan masker serupa.

"Kalau mau beli masker harus lebih teliti lagi memilih masker-masker yang beredar, lihat dulu izin Depkesnya, SNI-nya, agar tidak dibodohi oleh masker ilegal," imbau Yusri

Masker yang di perjual belikan oleh gudang ini sebenarnya tidak memiliki fungsi apapun hanya untuk menahan debu saja, karena ini serupa dengan kertas halus saja. (Foto:istimewa)

00:00:00 / 00:00:00