• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Puluhan Jiwa Muslim Tewas, Dubes India Pradeep Kumar Rawat Klaim India dalam Keadaan Damai

28 February
18:04 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat baru saja melakukan pertemuan tertutup bersama Menko Polhukam RI, Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jumat (28/2/2020) sore. Rawat membantah saat ini tengah terjadi kekerasan terhadap Umat Muslim di India yang dilakukan Umat Hindu di sana.

"India very peacefull (India sangat damai), and of course now the situation in India is under control," kata Rawat menjawab pertanyaan RRI.co.id usai di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Pernyataan India di bawah kontrol yang diucapkan oleh Rawat cukup bertolak belakang dengan pemberitaan media massa lokal di India dan juga internasional. Sebab, media lokal India sendiri seperti India Today, hari ini Jumat (28/2/2020) melaporkan, 42 jiwa menjadi korban konflik di New Delhi sejak pecah kembali per Minggu, (23/2/2020).

Departemen Kesehatan India juga mengkonfirmasi, empat orang meninggal dunia hari ini dalam konflik tersebut. Saat ini, Rawat mengklaim tak ada konflik penyerangan terhadap Umat Muslim di negaranya. Padahal, sejumlah masjid yang merupakan tempat beribadah Umat Islam telah dibakar di India.

"Dan apa yang bisa saya bagi dengan Anda, isu agama dari kementerian kami untuk Anda, berhubungan penolakan. Kami juga memastikan untuk para teman, agara tidak begitu saja percaya termakan isu, atau dan juga bagi pembuat isu," ujar Rawat.

Bahkan, menurut Rawat, India merupakan negara pluralisme. Dia juga menyandingkan India dan Indonesia dalam hal tersebut.

"Kami percaya dengan Bhinneka Tunggal Ika. Itu jadi pondasi kami bermasyarakat. Dan banyak orang, banyak Kristiani barat, banyak orang barat, ingin menghancurkan struktur itu. Karena, satu struktur negara telah pergi. Jadi, tidak ada India. Tidak ada Indonesia," klaim Rawat.

"Temanku, saya pesan agar berhati-hati dengan isu yang dapat melawan kita," sambung dia.

Sementara, Komisaris Anurima Bhargava, seperti dilansir Metro.news, Kamis (27/2/2020), menyatakan Pemerintah India dinilai gagal dalam tugasnya dalam melindungi warganya dalam bentrokan paling mematikan antara Umat Hindu dan Muslim beberapa waktu lalu.

Peristiwa kekerasan di India telah menewaskan 30 orang dan 200 orang cidera dalam pecahnya konflik baru, pada Minggu (23/2/2020).

Ironinya, media lokal India juga melaporkan bahwa terdapat seorang pejabat dari Partai Bharatiya Janata, Partai dari Perdana Menteri India, Narendra Modi melakukan hasutan massa dalam menyerang para demonstran. Sementara, polisi berdiiri ketika banyak rumah dan masjid terbakar.

00:00:00 / 00:00:00