• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Langka, Pria Menuntun Seekor Kuda Sandel Pony Pakai Sepeda Motor di Tengah Macet Jakarta

17 February
22:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kemacetan Ibu Kota Jakarta tak membuat Andri ‘Aldo’ Samardi (34) patah arang menuntun seekor kuda jenis Sandel muda berwarna coklat di tengah Jalan KH. Mas Mansyur, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020) pukul 19.00 WIB. Andri bersama kuda sandel pony itu membuat perhatian banyak mata yang berdiri di pedestarian dan juga para pengendara motor. Sebab, kuda dituntun Andri menggunakan sepeda motor yang ditumpanginya dan dikendarai oleh keponakannya.

RRI.co.id berhasil melakukan wawancara singkat bersama Andri, tak jauh dari Mal Thamrin City. Andri bersedia berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya menuju rumah di kawasan dekat Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Capek. Karena kuda ini maunya jalan duluan. Saya baru beli dari Ancol, tadi jalan dari sana jam 5 sore, sekarang baru sampe di sini, macet,” kata Andri.

Ternyata, penuntun kuda Sandel pony berusia 5 tahun ini adalah salah satu pecinta kuda lokal. Kuda berwarna coklat gelap itu terlihat bertubuh gemuk dengan tinggi sedada orang dewasa.

“Pertama, saya hobi sama kuda. Kedua, bakal profesi saya juga karena saya ada usaha kecil kecilan “Sewa Kuda Jakarta” di Youtube atau media sosia (online) ada,” ungkap Andri.

Sewa Kuda Jakarta, diakui Andri sudah menjadi nama lapak usahanya di rumah. Selama ini, dia mengaku menjalani usaha sewa kuda untuk berbagai acara resepsi pernikahan, sunatan, sampai acara perayaan kota dan lainnya.

Kuda yang dituntunnya dari Ancol malam ini, kata dia, adalah kuda keempat. Dia sudah memiliki tiga ekor kuda berjenis sama di rumahnya. Memelihar hewan yang identik dengan “koboi” di negara barat itu, diakuinya sudah dilakukan puluhan tahun.

“Tadinya, saya hanya pelihara kuda. Baru tiga tahun ini saya buka usaha sewa kuda dan kereta kuda,” kata dia.

Menuntun kuda mengandalkan tali dan perkenalan dengan kuda sebelum pulang ke rumah dari tempat penjualan, bukan hal baru. Dia juga mengungkap alasan hanya menggunakan sepeda motor, dan bukan menumpangi mobil pick up seperti pada umumnya pengangkutan hewan atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Kalau pakai mobil, mahal bayar sewanya,” terang Andri.

Sekisar lima belas menit Andri berhenti, sambil memegang kendali kuda dengan sebuah tali di tangannya dari ikatan di leher kuda. Kuda baru Andri itu juga terlihat tenang ketika Andri berhenti sejenak.

Namun, bukan tanpa kendala pula melintasi jalanan Jakarta yang penuh kendaraan bermotor. Harga seekor kuda lokal seperti yang dibawanya itu, juga tak murah. Gangguan di jalan juga sempat dialaminya, tapi bersyukur belum ada hal yang tak diinginkan saat menuntun kuda berkilo-kilo pakai sepeda motor.

Risiko kuda lepas, atau ditabrak kendaraan di jalan bisa saja terjadi. Itu diakui Andri.

“Ada si. Tapi, paling yang sering itu motor yang enggak sabaran. Suka nyerempet juga, tapi Alhamdulillah masih aman,” pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00