• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ini Cerita Eka Danang, Mahasiswa Ponorogo yang Pulang dari Wuhan Karena Corona

17 February
18:16 2020

KBRN, Ponorogo :  Satu orang WNI yang sedang menempuh kuliah di Wuhan, Eka Danang Susanto(18) warga RT 02/ RW 01, Dukuh Kebatan 01, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jatim, akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya dan berjumpa keluarga melalui  Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (15/02/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Eka Danang Susanto merupakan satu diantara 238 WNI yang dijemput pemerintah RI dari Kota Huangshi Hubei, Wuhan, Tiongkok kota asal munculnya virus Corona, dan dikarantina oleh pemerintah di  Natuna selama 14 hari sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing. 

Kepada RRI Danang mengungkapkan pengalaman terisolasi selama bertahan di Wuhan-China sebelum akhirya bisa diterbangkan ke tanah air, karena akses transportasi yang diblokir oleh pemerintah China. Meskipun ia mengaku beruntung sarana komunikasi masih dapat digunakan dengan baik

“Ya untuk perjalanan dari tempat saya menuju Wuhan sangat sulit karena sarana transportasi diblok semua sama pihak pemerintah Tiongkok. Saya stay di kamar terus makanan tetep disuplai dari kampus kalau komunikasi tetep lancar, ya Cuma transportasi aja emua di blok,” kata Danang, Senin (17/2/2020).

Mahasiswa semester satu Fakultas Kedokteran di Hubei Polytechnik University ini juga menceritakan sulitnya dan ketatnya tahapan screening yang harus dilalui untuk bisa kembali ke tanah air karena berbagai cek kesehatan yang harus dilalui, mulai pengecekan suhu tubuh dari tempat asrama hingga Bandara..

“Pengecekan dari kami naik bus, terutama suhu badan oleh pihak kepolisian dan tenaga kesehatan sana. Sampai bandara dicek lagi maksimal 37,5 derajat celcius dan mengisi formulir di bandara,. Kalau saya 36 derajat,” lanjut Danang.

Pun setelah mereka tiba di tanah air harus ia meneritakan harus menjalani sejumlah treatmen semisal penyemprotan alkohol  dan diarantin untuk observasi selama 14 hari di Natuna.  

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Rahayu Kusdarini saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengatakan ”Kami sampai saat ini belum ada instruksi secara resmi. Dan pada dasarnya mereka dinyatakan sehat oleh Kemenkes berdasar standart WHO,”ucapnya.

Danang yang merupakan lulusan SMK Keperawatan SMK di Ponorogo berangkat ke Kota Hubei untuk menempuh kuliah S1 kedokteran di Hubei Polytechnik University berangkat pada bulan Agustus 2019 lalu. Selama kuliah, Danang tinggal di asrama kampus dengan pembiayaan kuliah mandiri.

Pada saat muncul virus Corona di kota Wuhan Tiongkok pemerintah RI langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi 238 WNI yang ada di kota Wuhan dan sekitarnya yang diantaranya ada 55 orang dari kampus tempat kuliah Eka Danang Susanto yang kemudian dipulangkan ke Indonesia .Untuk rencana kedepan danang mengaku masih ingin kembali dan  menunggu perkembangan situasi dan informasi lebih lanjut dari Pemerintah RI.

Dari 238 WNI yang dipulangkan untuk warga Jawa Timur sendiri terdapat 65 orang dengan rincian dari Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang, Tuban 1 orang, Banyuwangi 1 orang, Bojonegoro 1 orang, Bondowoso 1 orang, Gresik 1 orang, Jember 1 orang, Kediri 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, Malang 7 orang, Pamekasan 1 orang, Ponorogo 1 orang, dan Probolinggo 3 orang.

00:00:00 / 00:00:00