• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

108 PETI di Halimun Salak Segera Ditutup Pemerintah

17 February
15:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wacana pemerintah untuk segera menutup Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), didasari pada berbagai dampak buruk yang ditimbulkan khususnya terhadap masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Misalnya saja, terkontaminasinya sumber air di lingkungan warga dengan bahan kimia seperti merkuri.

Hasil rapat intern Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama sejumlah Menteri dan kepala Lembaga terkait, Senin (17/2/2020), di Jakarta, memutuskan terdapat lebih dari 8,000 PETI di seluruh Indonesia yang diikuti dengan pembentukan Satuan Tugas dan Keputusan Presiden.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menyebut, saat ini ada lebih dari 7,000 pertambangan emas yang telah mengantongi izin dari pemerintah. “Dalam record kita tambang yang berizin itu 7464, yang tanpa izin 8683 titik. Luasya per bulan April 2017 146.540 ribu,” ungkap Siti Nurbaya ketika ditemui usai menghadiri rapat bersama Wapres.

Siti menyebut, dari luasan pertambangan emas yang dieksplorasi, baru setengahnya direklamasi. “Yang sudah direklamasi baru 59.903 hektar,”imbuhnya.

Meski menurut Siti keputusan untuk penutupan PETI akan ditentukan dari hasil identifikasi, namun dipastikan PETI di Halimun Salak menjadi prioritas. “Halimin Salak yang mau kita duluin, datanya yang segera ditutup itu kira-kira 108 lubang. Emaslah rata-rata. Kalau di Kalimantan Tengah ada zirvonia. Macam-macam sih. Semua yang terkait aja (satgasnya),” jelas Siti Nurbaya. (Foto : Dok,Setwapres)

00:00:00 / 00:00:00