• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Motif Pelaku Praktik Klinik Aborsi Cuma Uang Semata

17 February
15:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Anang Iskandar menilai motivasi pelaku dalam membuka praktik aborsi hanya karena meraup uang semata.

"Yang pertama itu cuma masalah uang. Karena membayarnya tidak ada banderolnya, jadi dia bisa menentukan sendiri. Karena itu klinik yang menjalankan aborsi boleh dikatakan 99 persen salah, tidak punya ijin. Kalau aborsi karena kesehatan ibu atau pemerkosaan itu pasti dilakukan setidak-tidaknya di rumah sakit," ungkap Anang Iskandar kepada RRI PRO3, Senin (17/2/2020).

Terkait modus operandi pelaku yang menyebar para calo, kata Anang hal itu memang menjadi tujuan dari pelaku. Sebab pelaku yang berniat melakukan aborsi secara sosiologis menginginkan perbuatannya yang melanggar norma tidak diketahui publik.

"Karena mereka pasti tidak bisa bekerja sendiri, khususnya ilegal yang di luar yang diperbolehkan tadi. Tentu dia akan mencari calo-calo, supaya secara sosiologis dia tidak diketahui masyaraklat. Sebab memang ini menyangkut kepribadian, tidak mau diketahui orang lain karena pelanggaran pribadi, jadi dia mencari teman-teman dan calo itu," ungkapnya.

BACA JUGA : Pakar : Aborsi di UU Kesehatan Boleh Tapi UU Pidana Tidak, Aparat Harus Cermat

Sebelumnya, Anang Iskandar menyebutkan, karena KUHP yang mengatur tindak pidana aborsi masih beriringan dengan Undang Undang Kesehatan, maka KUHP terkesen kaku dalam penerapannya.

"Tapi masalah aborsi sendiri perlu penerapan hukum yang pas. Karena masalah aborsi juga diatur dengan KUHP yang begitu kaku, ada UU Kesehatan, artinya seorang aborsi itu masih diperbolehkan untuk kepentingan kesehatan, kemudian diperbolehkan bagi perempuan yang diperkosa. Ini juga bagian yang perlu sebuah kecermatan menerapkan pasal pasal tentang aborsi ini," ungkap mantan Kabareskrim Mabes Polri ini pada Pro3 RRI, Senin (17/2/2020). (Foto Ilustrasi : Istimewa)

00:00:00 / 00:00:00