• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Baleg DPR Yakin Bisa Selesaikan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dalam 100 Hari

26 January
18:11 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Badan Legislasi DPR-RI Firman Soebagyo menegaskan pentingnya para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengusaha maupun serikat pekerja, untuk mendiskusikan bersama  Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang saat ini masih menjadi polemik. Firman meyakini, jika ruang diskusi itu dibuka, maka target untuk menyelesaikan pembahasan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dalam jangka waktu 100 hari dapat tercapai.

 “Kami mengusulkan pada pemerintah untuk mengedepankan diskusi untuk kluster ketegakerjaan dalam omnibus law ini. Dengan sistem diskusi terbuka-tertutup antara pemerintah, serikat pekerja dan pelaku usaha, insha Allah Undang-Undang ini akan selesai tepat waktu sesuai yang ditargetkan pemerintah,” ujar Firman Subagyo di Jakarta dalam diskusi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Minggu (26/1/2020).

Ia menjamin kalau RUU Omibus Law ini sudah final dan diserahkan ke DPR, DPR akan mengakomodir serikat-serikat pekerja yang ingin mengawal atau memberikan pandangan terkait materi Omnibus Law Lapangan Kerja ini.

Sementara itu Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Rustadi menegaskan kembali tuntutan serikat pekerja agar pemerintah transparan dan buruh diajak berdialog dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

“Kami siap berdialog dengan pemerintah. Kami akan menyiapkan konsep tandingan jika ada materi dalam RUU tersebut yang merugikan pekerja. Kita mencari titik temu apa maunya pemerintah dan apa maunya kita,” tukas Ristadi.

Seperti diketahui, Pemerintah berinisiatif membuat Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja / karena masih adanya tumpah tindih regulasi yang menyebabkan efektivitas investasi di Indonesia masih rendah, dan penyerapan tenaga kerja juga rendah. Dengan omnibus law ini, diharapkan regulasi akan semakin sederhana sehingga meningkatkan minat investasi yang akhirnya akan membuka lapangan kerja yang lebih luas, guna menampun 2 juta orang Angkatan kerja baru di Indonesia setiap tahunnya. ()

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00