• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Subang Bantah Pusat Pergerakan Sunda Empire di Subang

26 January
16:51 2020
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani melalui Kasat Intelkam AKP Sonson Sudarsono membenarkan adanya komunitas Sunda Empire di Subang. Namun mengenai Subang menjadi pusat pergerakan Sunda Empire, Sonson membantahnya.

Karena jumlah keanggotaannya saja hanya tersisa 14 orang. Tidak sampai ratusan orang, seperti yang diberitakan sejumlah media online, maupun media cetak di Subang.

"Berdasarkan data dari hasil mapping kita dilapangan, kami mencatat hanya 14 orang anggota Sunda Empire di Subang, terkait pusatnya ada di Subang itu tidak benar," ujar AKP Sonson kepada.wartawan di Subang, Minggu (26/1/2020).

Menurut Sonson, dalam waktu dekat ini Polres Subang mengagendakan untuk mengundang ke 14 orang yang terapriliasi Sunda Empire ke Mapolres Subang.

"Selain untuk bersilaturahmi, juga sekaligus kita minta penjelasan dari mereka tentang semua kegiatan Sunda Empire selama ini," terangnya.

Sementara itu lanjut Sonson, dari beberapa informasi yang didapat kepolisian bahwa ke 14 anggota Sunda Empire itu tidak aktif lagi, karena kecewa atas janji ketua komunitas sunda empire di Bandung.

"Meengapa mereka di Subang ini hanya tersisa 14 orang. Karena mereka kecewa janji ketua komunitas sunda empire. Dari pengakuan para pengikut sunda empire, ketika ada pertemuan di Bandung, mereka harus mengeluarkan ongkos sendiri. Bahkan dari pengakuan mereka, sampai ada yang harus menjual ayam untuk onglos dan bekal mereka, ketika ada undang ke Bandung," ungkap Sonson.

Dia juga menyebutkan, terkait dengan adanya warga masyarakat Subang yang masuk menjadi anggota Karaton Agung Sejagat. Hingga saat ini dari hasil pengamatan intelejen, belum ada warga Subang yang terindikasi ke keraton agung sejagat.

"Kami belum menemukan adanya warga Subang, yangbikut ke keraton agung sejagat," katanya.

Ketika disinggung tentang eksisitensi Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Sonson menegaskan, LAK Galuh Pakuan keberadaanya resmi, selain berbadan hukum yang diakui Kesbangpol, Kemenkumham dan Kemendagri. Juga LAK Galuh Pakuan dilindungi Undang-undang.

"Saya melihat LAK Galuh Pakuan on the track, lebih banyak bergerak dalam bidang seni dan budaya serta olahraga, sekaligus pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan hidup," pungkas Sonson.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00