• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bus Wisata Terbalik Telan Delapan Jiwa di Subang, Banyak Ditemukan Keanehan

19 January
18:29 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kecelakaan maut menimpa bus pariwisata dari Perusahaan Otobus (PO) Purnama Sari pada Sabtu kemarin mengakibatkan 8 (delapan) orang meninggal dunia. Kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan Raya jurusan Bandung - Subang, Kampung Naggrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

“Supir yang bernama Dede Purnama turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut. Saya turut berduka cita dan berbela sungkawa atas meninggalnya korban dalam kecelakaan ini. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Saat ini kami bersama pihak kepolisian juga sedang mengusut kejadian ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Minggu (19/01/2020).

Kronologis Kejadian Kecelakaan Maut 

Berawal pada Sabtu, 18 Januari kemarin, sekitar pukul 17.23 WIB, di Jalan Raya jurusan Bandung - Subang tepatnya di Kampung Naggrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan Dede Purnama  melaju sangat kencang.

“Para penumpang sempat meminta kepada supir untuk memperlambat laju kendaraan namun diperkirakan kendaraan (terlanjur) hilang kendali sehingga sopir membanting kendaraan ke sebelah kanan untuk menghindari kendaraan yang berada di depan. Akibatnya Bus tersebut terguling ke arah kanan,” jelas Dirjen Budi mengenai kronologis kejadian.

Bus tersebut berisi 38 orang rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Semula bus pariwisata itu mengantarkan rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk selanjutnya kembali ke Depok.

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal 8 (delapan) orang, terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 20 orang. Temuan sementara dari pihak kepolisian, saat kecelakaan, posisi persneling berada di gigi 4 (empat).

Sementara data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan, berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Selain itu, Kartu Pengawasan sudah habis masa berlaku pada 19 Mei 2017. 

Dirjen Budi juga sempat menyayangkan bahwa bus tersebut melakukan modifikasi sesudah melakukan uji berkala di Majalengka.

“Terakhir bus ini melakukan pengujian pada 8 Oktober 2019, masa berlaku ujinya 6 bulan jadi diperkirakan akan habis pada 8 April 2020 ini. Saat ini kasus ini juga sedang dalam proses penanganan Polres Subang, kami juga masih menunggu hasil penyelidikan komprehensif yang dilakukan bersama dengan pihak Kepolisian,” tandas Budi. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00