• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

BMKG Catat 10 Kali Gempa Susulan Pasca Gempa di Jayapura

19 January
15:19 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 10 kali gempa susulan terjadi pada hari Minggu (19/1/2020) pasca gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi, Papua, Sabtu malam (18/1/2020).

"Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai M 5,2 dan terkecil M 2,7. Gempa ini juga memiliki satu gempa pembuka yang terjadi sebelum gempa utama dengan kekuatan M 4,3. Wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Daryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/1/2020).

Daryono menjelaskan seismik aktif karena kedua wilayah ini memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi.

“Disebut kompleks karena di wilayah ini memiliki banyak sebaran sumber gempa utama dengan berbagai segmentasi sesar dan splay atau percabangannya,” jelasnya.

Menyitir buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), menurut Daryono wilayah Kabupaten Sarmi dan Jayapura dilalui oleh struktur sesar aktif yaitu Sesar Anjak Mamberamo dengan magnitudo tertarget mencapai M 7,5. Bahkan, para pakar asing terkadang menyebut zona sumber gempa aktif ini sebagai Mamberamo Deformation Zone (MDZ) atau Mamberamo Thrust and Fold Belt (MTFB).

“Karena kondisi tektonik yang aktif inilah maka wajar jika wilayah Sarmi dan Jayapura menjadi kawasan yang sangat rawan gempa dan paling aktif aktivitas kegempaannya,” terangnya.

Sebelumnya, Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi, Papua, Sabtu malam (18/1/2020). Gempa dengan magnitudo M 6,1 ini terjadi menjelang tengah malam pada pukul 23.38.14 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 2,77 LS dan 139,52 BT tepatnya di darat pada jarak 108 km arah Barat Kota Jayapura.

Berdasarkan lokasi episenternya, tampak bahwa gempa ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo. Karena episenternya di daratan, maka gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Dampak guncangan gempa ini dirasakan di Sentani dalam skala intensitas IV MMI, beberapa warga sempat terbangun dari tidur akibat gempa yang mengguncang tiba-tiba. Sementara itu di Jayapura dan Sarmi guncangan dirasakan mencapai skala intensitas III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI, dan Wamena II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00