• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Water Container Bombing, Teknologi Buatan TNI AU untuk Pemadaman Karhutla

17 January
22:05 2020
3 Votes (5)

KBRN, Subang : TNI Angkatan Udara berhasil menciptakan sebuah teknologi untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Inovasi TNI-AU tersebut dinamakan Water Container Bombing (WCB).

Tekhnologi ini mengeluarkan bola-bola api untuk memadamkan karhutla dengan efektif. Inovasi pesawat WCB yang dilengkapi tekhnologi tersebut, langsung diuji coba di kawasan lahan kosong Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Jumat (17/1/2020).

Simulasi pemadaman karhutla dengan menggunakan metode WCB tersebut dilakukan dengan melibatkan dua pesawat Hercules.

Kepala Staf Angkatan Udara Marskal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, WCB ini merupakan bola-bola air yang terbuat dari viber dan berisi 112 liter atau 120 kg air. Dan bola-bola ini dapat dibawa menggunakan pesawat Hercules. Sekali angkut, pesawat bisa membawa 36 bola dengan total berat 10 ton.

“Dengan menggunakan satu buah bola WBC ini, api bisa dipadamkan dengan radius 20 meter, dan Alhamdulillah, itu cukup efektif untuk digunakan dalam pemadaman karhutla yang sering terjadi di Indonesia,” terang Marsekal Yuyu kepada wartawan di Subang, Jumat (17/1/2020).

Inovasi baru ini kata Yuyu, dirancang untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut, dengan tekhnologi ini bisa memadamkan api sampai ke bawah.

“Akhirnya, pihak TNI AU melalui Litbang AU mencoba mencari solusi untuk memadamkan api sampai ke akar, sehingga kebakaran hutan dapat diatasi dengan cepat dan akhirnya kita TNI-AU membuat inovasi, namanya Water Container Bombing,” ujarnya.

Ia menambahkan, secepatnya teknologi ini akan disertifikasi oleh Lembaga Keselamatan Terbang dan Kerja (Labangja) TNI-AU supaya lebih aman dan efektif penggunaannya di lapangan nanti. 

“Nanti untuk sertifikasi WCB ini dalam pelaksanaannya bekerjasama antara BPPT, Kementerian LHK, Kementerian PUPR dan pemerintah daerah,” kata dia.

Sementara itu Inovasi baru dari TNI-AU ini juga mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang juga hadir saat uji coba pesawat WCB di Lanud Suryadarma Kalijati.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, dengan teknologi ini bisa menekan luas hutan/lahan yang terbakar serta nilai kerugian yang diderita.

Doni mengungkapkan, dibandingkan dengan 2015, luas lahan dan nilai kerugian menurun secara signifikan, yaitu dari luas lahan 2,6 juta ha dengan jumlah titik api sebanyak 21.929 ha dan kerugian ekonomi 16,1 miliar US dólar dan pada periode 2016-2019 luas lahan 1,6 juta ha dan jumlah kerugian ekonomi 5 miliar US dólar.

“Oleh karena itu kami harap dengan adanya teknologi WCB ini bisa menambah efektifitas penanggulangan bencana karhutla,” kata Doni.

Kemudian lanjut Doni, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), upaya ini juga akan dilakukan sebagai pencegahan terutama di lahan-lahan gambut yang sangat rawan kebakaran.

“Teknologi WCB mengunakan bola-bola air cukup efektif membasahi lahan lebih dalam dibandingkan teknologi water bombing lainnya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00