• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Presiden Ukraina Minta Iran Bertanggung Jawab

11 January
18:56 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky angakt bicara terkait pengakuan Pasukan Bersenjata Iran mengenai human error penyebab jatuhnya Boeing 737 Ukraina. Zelensky menuntut Iran agar menghukum para pihak yang bertanggungjawab, dan menanggung kompensasi, serta mengembalikan jasad korban jatuhnya pesawat, pada Rabu (8/1/2020). Waktu Iran

“Kami berharap Iran untuk membawa yang bersalah ke pengadilan. Kami berharap penyelidikan akan dilakukantanpa penundaan yang disengaja, dan tanpa hambatan,” kata Zelensky seperti dilansir AFP, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga : Otoritas Iran Akhirnya Akui Tembak Jatuh Pesawat Maskapai Ukraina

Selain itu, Zelensky meminta pemerintah Iran agar menyampaikan permintaan maaf secara resmi, di samping juga memberikan akses bagi para penyelidik 45 ahli asal Ukraina.

Pasukan Bersenjata Iran, hari ini juga telah mengklaim peristiwa nahas yang menewaskan 170 orang itu telah dilakukan kelompok mereka karena kesalahan mengira itu adalah peswat Amerika Serikat. Aksi serangan udara Iran ini dipicu serangan udara Amerika Serikat dan merupakan aksi balas dendam atas terbunuhnya Pemimpin Pasukan Quds, Mayjen Qasem Soleimani dalam serangnan itu.

Timur Tengah pun memanas dengan adanya serangan udara Amerika Serikat yang dilakukan, Kamis (2/1/2020) Waktu Irak, pekan lalu.

“Dalam kondisi seperti itu, dikarenakan kesalahan manusia dan dalam cara yang tak disengaja, penerbangan ditembak,” pengakuan Pasukan Bersenjata Iran.

Akibat kesalahannya ini militer Iran telah berjanji untuk memperbaiki kesalahan sistem. Tujuannya adalah agar mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Selain itu, mereka juga akan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Pesawat milik maskapai penerbangan swasta terbesar Ukraina jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran, pada Rabu (8/1/2020) waktu Iran.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00