• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

168 Tewas, Kecelakaan Pesawat Ukraine International Diduga Kerusakan mesin

8 January
21:48 2020
0 Votes (0)

KBRN, Iran : Kedutaan Besar (Kedubes) Ukraina untuk Republik Islam Iran di Teheran menepis kabar jatuhnya pesawat komersil Ukraine International Airlines PS752 Boeing 737 karena serangan teroris. Mereka menyebutkan, pesawat itu jatuh karena kerusakan mesin dalam penerbangan menuju Ibu Kota Ukraina, Kyiv dari Bandara Udara Khomeini, Teheran.

Seperti dilansir website resmi Kementerian Luar Negeri Ukraina, pesawat PS572 itu jatuh hari ini pada pukul 06.12 Waktu Iran.

“Menurut informasi awal, pesawat itu jatuh akibat kegagalan mesin karena alasan teknis. Saat ini, versi serangan teroris dikesampingkan,” tulis Kedutaan Besar Ukraina untuk Iran di laman resminya, Rabu (8/1/2020).

Mereka juga menginformasikan, para korban kecelakaan pesawat itu terdiri dari 82 orang Iran, 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina, termasuk semua kru. Selain itu, ada 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Inggris, dan tiga orang Jerman. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadyn Prystaiko.

Sementara, televisi lokal Iran, siang tadi mengabarkan bahwa terdapat 1 tewas dalam penerbangan itu, termasuk seluruh awak kabin. Sedangkan Kedutaan Besar Ukraina di Teheran, menyatakan sekisar 168 penumpang dan sembilan anggota awak dipastikan telah terdaftar untuk terbang di pesawat.

Baca juga : Pesawat Boeing 737 Ukraina Hancur Usai Lepas Landas di Teheran

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, akan melakukan perjalanan singkat ke Oman dan terbang kembali ke Kyiv. Dia memperingatkan terhadap “spekulasi atau teori yang tidak diperiksa tentang bencana” sampai laporan resmi siap.

“Belasungkawa tulus saya kepada kerabat dan teman dari semua penumpang dan awak,” kata Zelensky.

Ukraine International Airlines telah menangguhkan penerbangan ke Teheran tanpa batas. Maskapai mengatakan bahwa pesawat itu memiliki jadwal perawatan terakhir, pada Senin (8/1/2020).

Tim penyelamat telah dikirim ke lokasi kecelakaan. Tetapi Kepala Badan Bantuan NonPemerintah Iran, Bulan Sabit Merah, mengatakan kepada media pemerintah bahwa “tidak mungkin” bagi siapa pun untuk selamat dari kecelakaan itu.

“Petugas penyelamat telah menemukan salah satu kotak hitam pesawat. Ukraina telah mengorganisir pesawat-pesawat khusus untuk terbang ke Iran guna mengambil kembali jenazah mereka yang meninggal dunia, sambil menunggu persetujuan Iran,” kata Zelensky.

Analis keselamatan penerbangan Todd Curtis mengatakan, bahwa pesawat nahas yang mengalami kecelakaan itu telah diproduksi pada 2016 dan dikirim baru ke maskapai.

“Pesawat itu sangat terfragmentasi yang berarti ada dampak kuat di tanah atau sesuatu terjadi di langit,” kata Curtis seperti dilansir BBC.

 "Dari semua penampilan, ini adalah pesawat terbang yang telah dirawat dengan baik dan tidak ada masalah luar biasa berkenaan dengan otoritas Eropa atau otoritas Amerika. Sehingga, pada titik ini tidak ada yang menunjuk pada penyebab tertentu,” sambung Curtis.

Baca juga : Larangan FAA untuk Penerbangan Maskapai Besar di Iran dan Irak

Curtis menuturkan, pemerintah Iran, Ukraina, AS dan Prancis semuanya akan terlibat dalam penyelidikan, tetapi tidak jelas bagaimana mereka akan bekerja sama. Iran saat ini berada di bawah sanksi AS dan ada ketegangan hebat antara dua negara ini.

“Mereka akan mulai menyusun cerita tentang apa yang terjadi di pesawat itu, untuk melihat apakah ada sesuatu tentang kondisi pesawat atau bahan bakar di atas kapal yang mungkin menyebabkan ini. Dan orang juga tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa sesuatu di luar pesawat, tabrakan di udara atau masalah lain, mungkin terlibat,” katanya.

Ada beberapa ribu Boeing 737-800 beroperasi di seluruh dunia yang telah menyelesaikan puluhan juta penerbangan. Mereka telah terlibat dalam 10 insiden, termasuk kecelakaan ini, dimana setidaknya satu penumpang tewas.

Insiden ini adalah pertama kalinya pesawat Ukraina International Airlines terlibat dalam kecelakaan fatal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00