• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hukum Mati Koruptor, Fahri Hamzah "Tunjuk Hidung" Pembisik Jokowi

10 December
19:57 2019
1 Votes (2)

KBRN, Jakarta : Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengkritisi tentang pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa pemerintah bersedia mengusulkan revisi Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi agar koruptor bisa dihukum mati jika masyarakat luas menginginkannya. Terkait itu, Fahri menyalahkan atau "tunjuk hidung" para pembisik Jokowi.

Fahri yang juga mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengingatkan ketimbang mengeluarkan wacana terkait hukuman mati bagi para koruptor, Jokowi lebih baik segera membentuk Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk itu, orang-orang terdekat Jokowi harus menjelaskan bahwa strategi pemberantasan tindak pidana korupsi di negeri ini telah diatur dalam Undang-Undang KPK yang baru saja direvisi oleh pemerintah bersama DPR RI.

"Para pembisik Jokowi, harus mulai memberitahukan beliau strategi pemberantasan korupsi ada dalam UU baru. Antara UU Nomor 30 Taun 2002 dengan UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK adalah keterlibatan presiden," katanya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (20/12/2019).

Ditekankannya lagi, sebagaimana amanat UU KPK yang baru, maka semestinya cara presiden untuk memberantas korupsi adalah dengan membentuk dan menunjuk Dewas KPK, serta memastikan bahwa para pengawas itu bekerja demi meletakkan komisi anti rasuah dalam fungsi yang benar. 

"Sebab dengan meletakkan KPK di posisi yang benar, kita sudah yakin pemberantasan korupsi yang ada diundang-undang itu cukup untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi di Indonesia," jelasnya.

Lagi-lagi, Fahri mengingatkan orang terdekat Jokowi tidak membisikkan wacana baru dalam memberangus korupsi, sementara yang sudah jelas-jelas amanat undang-undang saja belum dijalankan.

"Sebaiknya jangan membisikkan sesuatu yang baru pada presiden. Sebab yang ada di depan mata saja belum dicoba. Padahal ini harus di percepat," pungkasnya. (Foto : Tangkap Layar YouTube/ CNN Indonesia TV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00