• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dinilai Tak Relevan, FSGI Desak Mendikbud Hapuskan UN

10 December
19:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Federasi Serikat Guru Indonsia (FSGI) menyambut positif rencana Mendikbud Nadiem Makariem untuk menghapus Ujian Nasional (UN).

Meski demikian, FSGI menilai tetap perlu ada evaluasi terhadap pembelajaran di tanah air. harus tetap ada, melalui perintah Undang-Undang Sisdiknas.

Bagi FSGI, UN harus direposisi dari segi Kedudukan, Pola, Tujuan, dan Fungsinya. Sekjen FSGI mengatakan, Heru Purnomo kedudukan UN selama ini, apalagi dengan adanya zonasi siswa adalah sangat tidak relevan.

“Sebab siswa masuk alih jenjang (SD ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke PT) bukan berdasarkan hasil UN,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12/2019). 

Ia menambahkan, UN seharusnya diterapkan untuk pemetaan capaian belajar berdasarkan karakteristik daerah, bukan alat untuk menilai siswa.

”Pola UN seperti sekarang sudah sangat tertinggal dibanding negara maju. Evaluasi pembelajaran sebagai perintah UU Sisdiknas, haruslah tetap ada tetapi polanya bisa di kelas 4 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengharapkan UN jangan lagi disamakan pelaksanaannya antardaerah tiap tahun. Pemetaan tak mesti tiap tahun dan di akhir tahun sekolah.

“Hapus pelaksanaan UN seperti sekarang, jika Mas Nadiem hanya sekedar mengganti nama, itu akan percuma saja,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00