• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ishadi Duga Penonaktifan Helmy Yahya karena Dewas TVRI Sok Kuasa

6 December
21:10 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penonaktifan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI diduga sebagai akibat dari permainan politik Dewas.

Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ishadi SK mengatakan, perselisihan antara Dewas dengan jajaran direksi TVRI merupakan masalah klasik. Hal itu diduganya sebagai buah dari para Dewas TVRI yang merasa mempunyai "power berlebihan" alias sok kuasa karena dipilih langsung oleh DPR RI. Makanya, TVRI malah dijadikan mereka sebagai alat politik, bukan sebagai lembaga penyiaran publik.

"Ini masalah klasik tatkala Dewas di tunjuk DPR RI dan karenanya
merasa mempunyai "power
berlebihan" mengatur dan
mengawasi TVRI sebagai alat politik, bukan perangkat publik untuk menikmati informasi dan hiburan yang berkualitas dan mampu bersaing secara sehat," katanya dalam pesan WhatsApp yang beredar, Jumat (6/12/2019).

Padahal menurut Ishadi, selama dua tahun menjabat sebagai Dirut, Helmy Yahya telah mengangkat reputasi TVRI, baik di dalam maupun luar negri. 

"Terbukti dari apresiasi BBC, NHK dan ABU. Diminta memberi penjelasan kisah sukses nya mengangkat manajemen keuangan TVRI “wajar tanpa syarat" dari BPKP dan Lembaga Administrasi Negara. Sebuah prestasi yang di tunggu-tunggu semenjak puluhan tahun," tegasnya.

Demi menyelesaikan masalah tersebut, Ishadi pun mendorong PWI dan Dewan Pers untuk memanggil kedua belah pihak.

"Saya mendukung PWI dan Dewan Pers mendengarkan secara
tertutup apa sesungguhnya yang terjadi di Televisi Publik ini
sekarang. Semoga semuanya akhirnya bisa menjadi jelas," tukasnya. (Foto: Istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00