• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Temuan Barang Mewah di Pesawat Garuda, Erick Tohir: Direksi Harus Berjiwa Samurai

5 December
17:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Bea dan Cukai terkait dugaan penyelundupan barang mewah menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia, yakni Airbus A330-900 milik maskapai PT Garuda Indonesia.

“Tunggu keputusan Bea Cukai, dan mungkin saya yakin tidak lama mereka sangat bekerja dengan baik. Kan Bu Sri Mulyani memantau langsung, jadi kita tunggu aja hasilnya," ucap Erick kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
 
Erick menegaskan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait kasus tersebut, tetapi tentunya juga melihat bukti-bukti yang ada. Sebagaimana pernah disampaikannya, dirinya menyarankan direksi PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) untuk mundur sesegera mungkin jika memang bersalah dalam kasus tersebut.

"Saya kan kemarin sudah saran bahwa sebelum dicopot lebih baik mengundurkan diri, kalau memang sudah merasa salah. Ya kan? Kita harus berjiwa samurai lah," kata Erick seraya juga menegaskan bahwa pencopotan direksi Garuda, tentu harus disertai bukti dan menunggu hasil investigasi dari Direktorar Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menemukan adanya dugaan selundupan barang mewah yaitu motor gede Harley Davidson dan Sepeda Brompton. Hal itu terjadi saat petugas Bea dan Cukai memeriksa pesawat milik maskapai Garuda Indonesia Airbus A300-900 Neo.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Deny Sujantoro menuturkan, petugas bea dan culai mendapati 18 boks berwarna cokelat yang dibawa penumpang dalam pesawat tersebut. Setelah diperiksa, isinya terdapat onderdil motor gede Harley Davidson yang teurai.

"Dan dua boks isinya sepeda Brompton dalam kondisi baru. Atas dasar itu kita lakukan penelitian," ucap dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00