• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Mantan Pejabat PES, Saksi Tersangka Bambang Irianto Kasus Suap Mafia Minyak

3 December
11:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sejumlah saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap perdagangan minyak mentah dan kilang minyak.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan penyidik Agus Bachtiar, mantan Head of Trading Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES)

Menurut Febri, Agus Bachtiar dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan perdagangan minyak mentah dan kilang di PES. Agus dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Bambang Irianto, mantan Managing Director PES. 

"Yang bersangkutan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto)," kata Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Sementara itu tersangka Bambang Irianto sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral). Namun Petral kemudian dibubarkan pemerintah pada 2015.

“Penyidik KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya yang merupakan mantan pejabat PES” kata Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta. 

Sejumlah saksi tersebut diantaranya Mulyono mantan Senior Trade Light Distillates PES, yang juga menjabat sebagai Staf Utama pada Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero).

Selanjutnya saksi Edward Corne mantan Junior Trade Light Distillates PES, yang juga menjabat sebagai Analyst Light Distillates Trading Intergrated Supply Chain PT Pertamina (Persero).

Kemudian saksi Nurdin M Prayitno mantan Senior Trade Crude PES, Retno Wahyuningsih mantan Trader Distillates PES. Retno saat ini menjabat sebagai Assistant Manager Petrochemical Fungsi Marketing and Tranding PT Pertamina.

Saksi berikutnya adalah Sani Dinar Saifuddin, mantan Crude Oil Trader PES. Saat ini yang bersangkutan menjabat sebagai Staf Utama Integrated Supply Chain PT Pertamina.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00