• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil 9 Saksi Mantan Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Terkait Kasus Suap

3 December
10:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap. Sedikitnya ada 9 orang saksi mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).’

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan kesembilan saksi tersebut dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk  tersangka Ahmad Yani, Bupati Muara Enim. 

"Yang bersangkutan (9 mantan Anggota DPRD Muara Enim) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka AY (Ahmad Yani)," kata Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Kesembilan saksi  itu merupakan mantan Anggota DPRD Muara Enim periode masa jabatan 2014 hingga 2019. Sembilan orang saksi tersebut masing-masing Indra Gani, Hendly Hadi, Faizal Anwar, Muhardi, Ahmad Fauzi, Verra Erika, Agus Firmansyah, Subahan dan Piardi. 

Penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan  3 orang terkait  dengan pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Muara Enim.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing adalah Bupati Muara Enim Ahmad Yani dan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muhtar ditetapkan sebagai penerima, sedangkan sebagai pemberi yakni Robi Okta Fahlefi dari PT Enra Sari.

Tersangka Ahmad diduga menerima uang suap 35 ribu Dolar Amerika (USD). Uang tersebut diduga merupakan bagian dari “commitment fee” sebesar 10 persen untuk mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai Rp 130 miliar.

Penyidik KPK menduga tersangka Ahmad pernah menerima uang sebelumnya dengan total Rp 13,4 miliar. KPK menyebut uang Rp 13,4 miliar terkait berbagai paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00