• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Muhaimin Iskandar Tak Penuhi Panggilan KPK

19 November
23:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sekaligus memeriksa saksi Muhaimin Iskandar atau Cak Imin,Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Namun hingga malam ini yang bersangkutan absen alias tidak hadir untuk memenuhi panggilan KPK pemeriksaan.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menjelaskan kepada wartawan bahwa KPK hingga saat ini mengaku belum mendapatkan informasi terkait alasan ketidakhadiran Cak Imin yang juga merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

“Sejumlah saksi tidak tidak hadir dalam pemeriksaan hari ini, pertama Muhaimin Iskandar. (Cak Imin) Anggota DPR RI dari Fraksi PKB yang dijadwalkan bersaksi untuk tersangka HA (Hong Arta John Alfred) terkait dengan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah di proyek Kementerian PUPR Tahun 2016, ada penjadwalan ulang nanti ditunggu saja” kata Yuyuk Andriati di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

KPK sebelumnya menggelar kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Januari 2016. KPK saat itu berhasil menangkap dan mengamankan Damayanti Wisnu Putranti, mantan Anggota Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Damayanti saat itu diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek jalan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

KPK hingga saat ini telah mengembangkan kasus ini telah menetapkan 12 orang yang baru yang diduga terlibat, salah satunya adalah tersangka Hong Arta John Alfred. 

Hong Arta sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group). Hong Arta diduga tekah memberikan sejumlah uang suap kepada tersangka Damayanti Wisnu Putranti.

Hong Arta diduga juga memberikan suap kepada Amran H. Mustary, mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara.

KPK menduga terdangka Hong Arta memberi suap hingga sebesar Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran. Hong Arta diduga telah memberikan uang suap sebesar Rp 1 miliar kepada Damayanti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00