• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Sungai di Aceh Utara Kembali Meluap, Ratusan Rumah Terendam

19 November
22:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Utara : Bencana banjir kembali merendam ratusan rumah penduduk di Kabupaten Aceh Utara. Banjir telah melanda wilayah ini sejak Senin (18/11/2019) kemarin. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Sunawardi dalam Keterangannya di Banda Aceh mengatakan, menurut laporan dari Pusdalops BPBD Aceh Utara banjir yang merendam sejak Senin pukul 11.00 WIB terjadi di beberapa desa di Kecamatan Matang Kuli. 

Menurutnya, banjir disebabkan karena kembali meluap sungai. "Telah terjadi bencana Banjir di Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Penyebab banjir karena hujan deras yang melanda sebagian Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah sehingga mengakibatkan Sungai Krueng Keruto  kembali meluap pada hari Senin 18 November 2019 pukul 11:00 WIB dan air mulai memasuki sejumlah permukiman warga di Kecamatan  Matangkuli," ungkap Sunawardi, Selasa (19/11/2019). 

Dia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan oleh pihak Kecamatan Matang Kuli, ada 218 rumah terdampak banjir. 

"Data dari Camat Matangkuli yaitu jumlah keseluruhan rumah terendam 218 rumah  dengan jumlah 246 kepala keluarga dan 861 jiwa," rincinya. 

Sunawardi menyampaikan, warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, dan dilaporkan sebagian warga juga sudah kembali ke rumahnya. 

"Menurut laporan Geuchik (kepala desa) setempat, warga gampong Lawang mengungsi pada malam  hari  18 November 2019 di Gedung Serbaguna. Jumlah keselurahan yang mengungsi 25 KK dan 83 Jiwa dan pada pagi hari  tanggal  19 November 2019 mereka sudah kembali ke rumah  untuk membersihkan rumahnya," ujarnya. 

Dalam upaya penanggulangan bencana banjir ini, BPBD Aceh Utara telah menurunkan petugas dan sejumlah pihak terkait untuk melakukan pendataan dan respon cepat untuk menangani korban yang terdampak banjir. 

"Tim BPBD tetap siaga satu dan terus melakukan koordinasi. Kondisi terakhir yang dilaporkan, pada hari ini Selasa 19 November 2019  air sudah surut," beber Sunawardi. 

Sebelumnya, banjir juga dilaporkan melanda wilayah ini pada tanggal 12 November 2019. Saat itu banjir dengan ketinggian air 50 centimeter hingga satu meter itu merendam sejumlah desa di dua kecamatan. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi kelas I Blang Bintang Aceh Besar telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi bencana banjir di sejumlah wilayah di Aceh. 

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi kelas I Blang Bintang Aceh Besar Zakaria Ahmad mengatakan, ada empat wilayah yang berpotensi terjadi bencana banjir, karena wilayah ini diprediksi terjadi hujan. 

"Waspada potensi banjir di Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireun, dan Aceh Jaya," kata Zakaria, Selasa (19/11/2019). 

Dia menyebutkan, berdasarkan pantauan citra satelit Himawari terdapat awan yang terkonsentrasi di Aceh bagian tengah.  

"Kalau saya perhatikan foto awan dari citra satelit himawari yg saya kirim, awan terkonsentrasi di Aceh bagian tengah dan hulu sungai umumnya di dataran tinggi yang salah satu sungai di Aceh Tengah bermuara ke Aceh utara dan dengan kondisi sungai yang penuh, maka saya perkirakan Aceh Utara berpotensi terjadi banjir lagi," beber Zakaria. 

Dia menyebutkan, kondisi ini juga berpeluang terjadi di wilayah hulu sungai Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. 

"Begitu juga hulu sungai Teunom dan Hulu saungai Meureudu di Gempang sehingga saya perkirakan daerah tersebut juga berpotensi berpotensi banjir," pungkasnya. 

Berikut desa yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara. 

*_Dampak Material :_*
- Gampong Alue tho (30   Rumah dengan 35 KK 130 Jiwa) 
- Gampong hagu (25 Rumah dengan 29 KK 92 Jiwa)
- Gampong Lawang (18 Rumah dengan  25 KK 83 jiwa)
- Gampong Tj. Haji Muda (17 Rumah dengan  22 KK 84 jiwa)
- Gampong Pante Pirak (15 Rumah dengan 15 KK 35 jiwa
- Gampong Leubok Pirak (19 Rumah dengan  20 KK 48 jiwa)
- Gampong Siren (13 Rumah dengan  15 KK 50 jiwa)
- Gampong Tumpok Barat (19 Rumah dengan  19 KK 72 jiwa)
- Gampong Tjg. Tgk. Kari (18 Rumah dengan  19 KK 45 jiwa)
- Gampong Pirak (9 Rumah dengan 10 KK 76 jiwa)
- Gampong Seulemak (15 Rumah dengan  15 KK 79 jiwa)
- Gampong Euntok (13 Rumah dengan  14 KK 43 jiwa)
- Gampong Meria  (7 Rumah dengan  8 KK 24 jiwa.


*_Korban Terdampak_*
- Gampong Alue tho (30   Rumah dengan 35 KK 130 Jiwa) 
- Gampong hagu (25 Rumah dengan 29 KK 92 Jiwa)
- Gampong Lawang (18 Rumah dengan  25 KK 83 jiwa)
- Gampong Tj. Haji Muda (17 Rumah dengan  22 KK 84 jiwa)
- Gampong Pante Pirak 15 KK 35 jiwa
- Gampong Leubok Pirak 20 KK 48 jiwa
- Gampong Siren 15 KK 50 jiwa
- Gampong Tumpok Barat 19 KK 72 jiwa
- Gampong Tjg. Tgk. Kari  19 KK 45 jiwa
- Gampong Pirak 10 KK 76 jiwa
- Gampong Seulemak 15 KK 79 jiwa)
- Gampong Euntok 14 KK 43 jiwa)
- Gampong Meria  8 KK 24 jiwa.
Ini data  dari Camat Matangkuli yaitu jumlah keseluruhan rumah terendam 218 Rumah  dengan jumlah KK 246 KK dan 861 Jiwa

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00