• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kabupaten Aceh Barat Masih Terancam Banjir

19 November
19:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penduduk Aceh Barat masih dibayangi ancaman banjir hingga saat ini, Selasa (19/11/2019) malam. Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPD Kabupaten Aceh Barat, Mashuri mengungkapkan saat ini cuaca mendung masih terjadi di sana. Banjir telah melanda Kabupaten Aceh Barat selama empat hari sejak, Sabtu (16/11/2019).

“Kondisi saat ini, sekitaran Meulaboh lagi mendung, sudah hujan rintik rintik. Takutnya, kalau hujan lebat lagi malam, bisa banjir lagi,” terang Mashuri saat dihubungi rri.co.di dari Jakarta, Selasa (19/11/2019) pukul 18.15 WIB.

Banjir kali ini, meluas ke banyak kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Menurut catatan BNPB yang diterima dari Pudalops BNPD Kabupaten Aceh Barat hari ini, per pukul 12.51 WIB, banjir telah melanda 45 gampung atau desa, dan kecamatan.

Saat ini, lanjut Mashuri, konsentrasi tinggi berada di daerah Gampung Pasi Leuhan.

“Terus, di Kecamatan Meulaboh, pas di masjidnya. Penyebab banjirnya sama, karena hujannya di gunung, dan daerah permukiman di sini dekat daerah aliran sungai (DAS). Jadi, asal turun hujan, air sungai pasti naik,”ungkap dia.

Meski terbilang siaga banjir, ternyata para warga menurutnya masih banyak bertahan di rumah masing-masing. Tenda pengungsian, sementara ini belum dihuni pengungsi banjir Aceh Barat.

“Warga masih memilih mengungsi ke rumah rumah saudara mereka. Tenda pengungsian ada dari Dinas Sosial, tapi juga masih kurang. Kami masih bongkar pasang tenda saja,” ucap dia.

Dia menerangkan, permukiman warga yang terdampak banjir itu pada umumnya berada di DAS Krung Maurebau. Dampak banjir di Kabupaten Aceh Barat itu juga telah membuat satu rumah rubuh lantaran terjadi tanah longsor.

“Kami akan cek periodic malam nanti. Memang dataran sungai di sini masih rendah dan sangat dekat dengan permukiman warga. Memang benar benar di pinggir sungai kami semua tinggal di sini,”terang dia.

Selama empat hari ini pula, Mashuri memastikan tidak ada korban jiwa. Walaupun, ketinggian air karena meluapnya air DAS itu mencapai 30 sampai dengan 80 centimeter.

Selain itu, menurut rencana Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MM akan melakukan peninjauan daerah banjir di Aceh Barat, pada Rabu (20/11/2019) besok. Mashuri menerangkan, salah satu tujuan kunjungan Nova itu juga untuk memberikan bantuan untuk satu rumah rubuh terdampak banjir.

“Alhamdulillah belum ada korban jiwa, tapi ada yang sakit. Kami usahakan juga ada pemberitahuan ke masyarakat kalau hujan sudah turun lagi. Kami juga dibantu Babinsa,dan semua instansi terkait turun semua tangani banjir di sini,”ujar dia.

Sani (40), seorang warga Aceh Barat mengatakan banjir sudah menjadi langganan setiap tahun di sana.

“Memang setiap tahun Aceh Barat ini pasti banjir. Ya, karena intensitas hujan tinggi. Wilayah Aceh Barat memang lebih sering hujan dibandingkan yang lain,”terang Sani saat dihubung rri.co.id.

Daftar kecamatan atau gampung terdampak banjir di Kabupaten Aceh Barat :

Kab. Aceh Barat

Kec. Woyla Bara

Gp. Lubhok Pasi Ara

Gp. Plee Pasie Ara

Gp. Cot Lagan

Gp. Peuleukung

Gp. Alue Leuhob

Gp. Blang luah

Gp. Cot rambong

Gp. Lhok Malee

Gp. Pasie Malee

Gp. Napai

Gp. Blang Cot Mameh

Gp. Blang Cot Rubek

Kec. Woyla Timur

Gp.Meuganda

Gp.Tuwie umpeuk

Kec. Johan Pah Lawan

Gp. Pasi Leuhan

Gp. Gampa 1

Gp. Marek

Gp. Blang Beurandang

Gp. Leuhan Putro ijo

Kec. Meureubo

Gp. Pasi Mesjid

Gp. Pasie Aceh

Gp. Pasie Aceh Tunong

Gp. Pasie teungoh.

Kec. Panton Reu

Gp. Meutulang

Gp. Mugo

Gp. Meuko

Kec. Sungaimas

Air Sungai Tinggi

Kec. Kaway XVI

Gp. Keude aron

Gp. Pasi jambu

Gp. Alue Tampak

Gp. Meunasah Buloh

Gp. Padang Mancang

Gp. Tumpok ladang

Gp. Meunasah ara.

Gp. Meunasah rayeuk.

Gp. Desa tanjong bungong.

Gp. Putim.

Gp. Puuk.

Kec. Arongan 

Korban Jiwa:

Gp. Pasi Leuhan 85 KK / 327 jiwa terdampak

Kerugian materiil:

1 unit rumah terdampak (pendataan).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00