• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Penyidik KPK Panggil Sekda Bengkayang, Saksi Tersangka Suryadman Gidot

19 November
16:24 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil saksi bernama Obaja, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah (Pemiab) Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar). Obaja diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan Obaja dipanggil terkait kasus dugaan suap proyek pekerjaan di lingkungan Pemkab  Bengkayang, Tahun Anggaran (TA) 2019.

Menurut Febri, Obaja dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Suryadman Gidot, Bupati Bengkayang. 

"Diagendakan pemanggilan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bengkayang Obaja dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Suryadman Gidot (SG) dugaan  suap proyek pekerjaan di Pemkab” kata Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Febri menjelaskan penyidik KPK juga memanggil 4 orang saksi lainnya untuk tersangka Suryadman Gidot. Keempat saksi tersebut diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemkab  Bengkayang Pinus Samsudin.

Selanjutnya saksi Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bengkayang Marsindi, Sekretaris BPKAD Pemkab Bengkayang Theresia Heni Koesdaryanti dan inspektur pada Inspektorat Pemkab Bengkayang Simon.

Penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan  7 orang tersangka kainnya dalam kasus perkara dugaan suap masing-masing  Suryadman Gidot dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius (AKS).

Sedangkan sebagai tersangka pihak pemberi suap masing-masing  unsur swasta masing-masing Rodi (RD), Yosef (YF), Bun Si Fat (BF), Nelly Margaretha (NM), dan Pandus (PS).

Suryadman diduga telah meminta uang kepada Aleksius, permintaan uang itu  dilakukan terkait pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PerubahanTahun Anggaran 2019.

Tambahan anggaran itu diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar Rp7,5 miliar.Sedangkan anggaran  Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.

Suryadman diduga meminta uang kepada Aleksius dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan masing-masing sebesar Rp300 juta. Uang tersebut diduga diperlukan Suryadman untuk menyelesaikan permasalahan pribadinya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00