• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Polisi Amankan Bahan Peledak di Rumah Guru Ngaji Terduga Pelaku Serangan Bom Medan

14 November
18:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim Densus 88 anti teror Mabes Polri, bersama Dit Intelkam Polda Sumut, Polres Belawan dan TNI AL, telah melakukan penggeledahan pada dua rumah di Jalan Serdang Blok GHL Lingkungan V, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Penggeledahan dilakukan pada Rabu (13/11/2019) malam dan Kamis (14/11/2019) siang. 

Penggerebekan dilakukan pada dua rumah di gang kecil padat penduduk di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal guru ngaji terduga pelaku bom bunuh diri di Polresta Medan Raiddah Muslim Nasution alias Dedek. 

Keduanya merupakan rumah Abu Salaman Alfarizi (41) disebut-sebut seorang mualaf yang tinggal bersama istri Wulandari dsn tiga anaknya, serta rumah Fahmi (44) dan istrinya Mawarni yang letaknya bersampingan. Diduga rumah kedua rekan pengajian dari terduga pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution diduga sebagai tempat perakitan bahan peledak (bom).

Pada penggeledahan hari kedua, tim Labfor dan Inafis Mabes Polri mengamankan barang - barang dari rumah kedua guru ngaji diantaranya satu bungkus plastik berwarna hijau yang dibungkus dalam kotak kardus, dan satu buah koper hitam. Penggeledahan ini melibatkan Tim Inafis dan Labfor Mabes Polri.

Sebelumnya penggeledahan pada Rabu malam yang dipimpin oleh Dir Intelkam Polda Sumut beserta tim serta Kepala Lingkungan V Indah Pratiwi. Kemudian tim Jibom Polda Sumut didatangkan ke TKP untuk melakukan Pengecekan Lebih lanjut. Petugas mengamankan 1 (satu) buah bungkusan berwarna putih yg di balut dengan isolatif. Kemudian beberapa buah bambu/pipa yg di bungkus dibalut dengan isolatif, Tas Kulit Berwarna Coklat, dan barang lainnya.  

Sebelumnya, Wakapolda Sumut, Brigjend Pol. Mardiaz Kusin mengatakan, dalam interogasi yang dilakukan, istri pelaku menyampaikan adanya kelompok-kelompok pengajian. Namun menurutnya hasil keterangan itu belum bisa langsung menduganya sebagai pelaku. Pihaknya masih melakukan pendalaman. 

"Saat ini kita masih dalam pengembangan. Kami mohon wartawan sabar menunggu," kata Mardiaz di Mako Brimob, Kamis (14/11/2019).

"Kita fix kan dulu semuanya terkait dengan TKP. Inafis dan Labfor saat ini juga masih bekerja," sambungnya.

Selain ketiga saksi yang telah diamankan saat ini tim gabungan juga sedang melakukan penyisiran di rumah kediaman sosok yang disebut sebagai 'Imam' pengajian terduga pelaku Dedek. Namun, ditegaskan Mardiaz Imam pengajian yang masih dicari belum dipastikan pelaku dan sedang dilakukan pendalaman. Mardiaz juga enggan membeberkan nama imam yang maksud, meski pihaknya sudah mengetahui identitasnya dari keterangan istri Dedek. Termasuk masih menunggu hasil olah TKP yang dilakukan tim Inavis dan Labfor Mabes Polri terkait kandungan bahan peledak bom yang digunakan terduga melakukan bunuh diri.

"Jadi sudah kita kantongi identitasnya dalam interogasi dengan istri pelaku menyampaikan adanya kelompok - kelompok pengajian. Namun tentunya kita belum langsung menduga bahwa pelaku juga. Tentunya kita harus mendalami. Karena kita saat ini sedang dalam pengembangan. Kita fix kan semuanya terkait TKP juga tim inavis dan labfor saat ini masih bekerja. Kira - kira kandungan apa yang digunakan pelaku dalam bom bunuh diri di Polrestabes Medan," ucap Wakapolda.

Pasalnya, berdasarkan keterangan mertua Rabbial, pelaku ini sebelumnya tidak terlihat menganut paham radikal. "Hanya dalam waktu 6 bulan saja sudah berubah," katanya. 

Mengenai penggeledahan di beberapa rumah kemarin, Mardiaz menyebut penggeledahan itu dilakukan karena diduga sebagai rumah pelaku atau yang dianggap selama ini menjadi tempat pengajian. "Di situ (di Gang Melati VIII Pasar 1 Rel) ditemukan busur panah dari besi, pipa, kemudian ada foto kopi di situ ada seruan-seruan khilafah," urainya.

Sementara itu, terhadap sepeda motor pelaku yang tertinggal di depan Mapolrestabes Medan, ditemukan beberapa barang, di antaranya 2 butir peluru kaliber 22. 

"Setelah olah TKP, kita sisir alamat yang diduga rumah pelaku tenyata tidak ada di rumah. Ketika malam penyisiran ketemu di pinggir jalan," sebut Mardiaz. 

Amankan 3 Saksi

Paska peristiwa ledakan bom bunuh diri yang dilakukan terduga pelaku Rabbial Muslim Nasution (RMN) alias Dedek di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pagi, tim gabungan Densus 88 Anti teros Mabes Polri dan tim Gegana Brimob Polda Sumut mengamankan 3 (tiga) orang sebagai saksi. 

Ketiganya adalah Dewi (istri pelaku), dua mertuanya masing - masing Andi Syahputra dan Tuti Herawati. Sang istri diamankan tim gabungan di jalan, sedangkan kedua mertua Dedek diamankan di pasar II Barat Lingkungan 17 Lingkungan Terjun Medan Marelan.
Setelah dilakukan penggeledahan, rumah kontrakan kedua guru ngaji yang lokasinya bersebelahan dipasang garis police line. (Joko Saputra)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00