• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kuasa Hukum Imam Nahrowi minta KPK Terbitkan SP3

11 November
10:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menjelang Sidang Putusan gugatan praperadilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi di  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa mendatang,  Kuasa Hukum Imam Nahrawi meminta KPK segera menerbitkan SP3 atau surat perintah penghentian penyidikan.

Menurut Saleh KPK sudah memiliki kewenangan untuk menghentikan penyidikan dalam UU KPK baru.

"SP3 itu hari ini diatur di UU KPK baru. KPK selama ini mengatakan katanya enggak punya kewenangan melakukan SP3. UU No19 tahun 2019 Pasal 40 itu jelas menyebutkan KPK diberi kewenangan untuk melakukan SP3," kata Saleh kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Saleh menjelaskan, setelah mendengarkan jawaban dari pihak termohon, tidak ada tuduhan yang menyebut Menpora Imam Nahrawi menerima langsung sejumlah dana hibah KONI. Dia menyebut KPK menggunakan bahasa representasi.

"Jadi ternyata selama ini, asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum yang dalam persidangan di PN Jakarta Pusat sudah membantah menerima sesuatu dari Sekjen maupun Bendahara KONI. Tapi ternyata hari ini, penetapan mas Imam ditarik sebagai representasi Ulum sebagai asisten pribadi," katanya.

Dalam persidangan, saksi Ahli  KPK  mengatakan bahasa representasi itu tidak ada dalam hukum pidana. Atas pernyataan Saksi Ahli, Saleh mengatakan representasi bukanlah bahasa hukum.

"Yang ada pernyertaan. Tapi KPK masih menggunakan bahasa representasi. Harusnya kalau begitu, KPK nunggu dulu putusannya Ulum. Kalau Ulum terbukti, baru (Imam jadi tersangka)," katanya.

Dijelaskan Saleh dalam persidangan  saksi ahli juga menegaskan, penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka itu harus dibuktikan keabsahannya oleh KPK minimal dengan 2 alat bukti.

" Nah KPK sudah menetapkan Imam Nahrowi sebagai tersangka namun belum memiliki 2 alat bukti yang cukup alat bukti akan dikumpulkan dan dicari setelah Imam Nahrowi di tetapkan sebagai tersangka
"jelasnya

KPK menetapkan Imam Nahrowi sebagai tersangka  karena Imam Nahrowi dan asistennya, Miftahul Ulum, diduga menerima uang dengan total Rp 26,5 miliar. KPK juga menduga uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi Imam dan pihak lain yang terkait.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00