• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil 2 Saksi Terkait Suap BHS

11 November
09:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil 2 sekaligus dan memeriksa 1 (satu) Direktur Ritel PT Sarinah (PERSERO) dan 1 (satu) pihak swasta , mereka di panggil dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pembangunan sistem penanganan bagasi atau Baggage Handling System (BHS), Senin (11/11/2019).

Rencana proyek itu nantinya akan diperuntukkan PT Angkasa Pura Propertindo (APP). Sedangkan pelaksana proyek itu dipercayakan kepada PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dengan menggunakan anggaran Tahun 2019.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menjelasakan bahwa Sujono (swasta) dan Lies Permana Lestari (Direktur PT Ritel Sarinah) dijadwalkan akan diperiksa untuk tersangka Darman Mappangara, mantan Direktur Utama (Dirut) PT INTI.

"KPK dijadwalkan memeriksa Direktur PT Ritel Sarinah dan pihak swasta untuk tersangka DMP (Darma Mappangara) terkait tindak pidana korupsi suap pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP) yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Tahun 2019," kata Febri Diansyah, Senin (11/11/2019).

KPK sebelumnya telah menetapkan dua orang tersangka, mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Agussalam (AYA) dan Taswin Nur (TSW) dari pihak swasta atau teman dekat dari Darman Mappangara. Selanjutnya, dalam pengembangan kasus itu, KPK menetapkan Darman sebagai tersangka baru.

Sementara itu tersangka Taswin saat sedang menjalani proses persidangan di Gesung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Taswin didakwa menjadi perantara suap kepada Andra sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 Dolar Singapura (SGD).

Tujuan pemberian uang tersebut diduga agat PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS) di Kantor Cabang PT Angkasa Pura (AP) II antara PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT INTI.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00