• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Sesmenpora Saksi Untuk Imam Nahrawi Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi

23 October
10:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini panggil Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto sebagai saksi dalam kasus penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada Komite Olahraga Nasional (KONI) Tahun Anggaran 2018 dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Selain memanggil Sesmenpora hari ini penyidik KPK juga memanggil beberapa saksi lainnya terkait kasus ini yaitu, Oyong Yanuar Asmara Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Twisyono Staf Bag Perencanaan KONI, Ahmad Arsani PLT Asisten Deputi IV Organisasi Prestasi, Akbar Mia Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PpSPM) pada Deputi IV Kemenpora, Amir Karyatin Kepala Bidang Hukum KONI Pusat, Cucu Sundara Sekretaris Tim Verifikasi, Denim Purnawati Karyawan Bank, dan Eny Purnawati Kepala Bagian Keuangan.

Direncanakan keseluruhan saksi yang dipanggil hari ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menpora Imam Nahrawi.

"Direncanakan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IMR" kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Rabu (23/10/2019).

Dalam kasus ini KPK menetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga MiftahuI Ulum sebagai tersangka dalam kasus ini.

KPK menduga Menpora Imam Nahrawi melalui Miftahul Ulum Asisten pribadinya Dalam rentang 2014 – 2018 menerima uang sejumlah Rp14.700.000.000,- (empat belas milyar tujuh ratus juta rupiah). Selain penerimaan uang tersebut, KPK juga menyebut dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11.800.000.000,-(sebelah milyar delapan ratus juta rupiah).

Sehingga total dugaan penerimaan Rp26.500.000.000,- (dua puluh enam milyar lima ratus juta rupiah) tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam Nahrawi selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut digunakan untuk kepentingan Pribadi Menpora dan pihak lain yang
Terkait.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00