• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Prabowo Menhan? Politisi PDIP ke Jokowi : Jangan Sampai Jadi Senjata Makan Tuan!

22 October
22:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto digadang-gadang akan menjadi Menteri Pertahanan dalam kabinet 2019-2024 nanti. Politisi PDI Perjuangan, Tubagus (TB) Hasanuddin mengaku keberatan jika benar itu terjadi. Sebab dia khawatir keputusan itu malah akan menjadi "senjata makan tuan".

Dia juga keberatan jika Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo dijadikan sebagai Menteri Pertanian oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi bukan kurang setuju, tidak setuju," tegasnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Selasa (22/10/2019).

Bukan tanpa alasan, keberatannya itu berdasarkan suara-suara dari arus bawah yang tak terima jika Partai Gerindra, yang notabene pada Pilpres 2019 lalu menjadi lawan politik malah diberi kursi menteri. Sementara "luka" akibat Pilpres yang mereka rasakan belumlah kering.

"Saat itu bertebaran fitnah. Dianggap PKI, dianggap kami ini menistakan para kiyai dan sebagainya, artinya pertempuran itu semakin sengit. Syukur Alhamdulillah menang. Tentu kalau ibarat dalam pertempuran, luka itu belum kering. Masih menjadi derita di bawah itu," ungkapnya.

Lebih lanjut TB Hasanuddin mengaku paham betuk dengan sikap Jokowi yang merangkul kubu sebelah agar terjadi rekonsiliasi politik. Namun kalaupun Gerindra diberi menteri, menurut dia tak harus posisi menteri strategis.

Salah satu kementerian strategis menurut dia adalah Kementerian Pertanian. Kementerian itu dinilainya bakalan mampu mendulang suara untuk Pemilu 2024 kelak.

"Apa itu tingkat elektoral yang tinggi, adalah kementerian yang touching dengan rakyat. Misalnya pertanian juga kementerian desa," jelasnya.

Tak kalah dengan strategisnya Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan pun ditekankannya juga sangat strategis. Sebab, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, kalau negara dalam kondisi fakum, kacau (chaos) atau dalam situasi yang tidak menguntungkan, maka Menteri Pertahanan bisa mengambil alih kekuasaan. 

"Menteri Pertahanan boleh mengambil alih dibantu oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri. Dan itu ada di pihak sono," ketus pensiunan TNI ini.

"Kalau berbicara wah ini akan aman, tidak akan chaos, aduh saya inikan sudah pernah jadi tentara 35 tahun, pernah di era orde baru juga, bagaimana membuat ramai, chaos, damai, ya kita sudah tahu lah," lanjutnya.

Maka dari itu, TB Hasanuddin mengingatkan Jokowi untuk memikirkan secara matang-matang sebelum menempatkan Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. Jika tidak, bukan tidak mungkin hal itu bakalan menjadi senjata makan tuan.

"Kalau kemudian senjata itu digunakan tidak pada tempatnya, kewenangan yang sangat besar dalam UUD 45 itu, ya itu senjata makan tuan lah," pungkasnya. (Foto : Dok dpr.go.id))

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00