• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Produk Indonesia Di Mesir Laris Manis Selama TEI 2019

22 October
17:28 2019
1 Votes (5)

KBRN, Mesir : Produk dari dalam negeri sangat diminati oleh warga Mesir. Ini terbukti dari hasil rekapitulasi transaksi selama kegiatan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang digelar dari 16-20 Oktober 2019 di negara seribu menara itu. Nilainya mencapai Rp. 3,78 Trilyun.

Dari rilis KBRI Kairo, transaksi buyer Mesir pada TEI 2019 ini mengalami kenaikan lebih dari tiga kali lipat, apabila dibandingkan dengan perolehan transaksi TEI 2018 yang mencapai 80 juta US dolar.

Duta Besar LBBP RI untuk Mesir, Helmy Fauzy mengatakan, melihat kenaikan transaksi itu menjadikan pasar Mesir dengan populasi 100 juta jiwa itu bisa menjadi pertimbangan agar para eksportir Indonesia mengambil kesempatan emas ini guna melakukan penetrasi pasar ke Mesir.

“Mesir sebagai pasar tujuan ekspor Indonesia ke negara non tradisional, dapat dijadikan sebagai hub jalur perdagangan dunia di wilayah Timur Tengah dan Afrika, dimana hal ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku usaha, produsen dan eksportir Indonesia untuk berekspansi secara berkesinambungan," ungkapnya.

Lebih lanjut Dubes Helmy menerangkan, perolehan transaksi terbesar pertama pada kesempatan TEI tahun ini, menunjukan bukti bahwa Mesir sangat berpotensi sebagai target pasar untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika.

“Masih banyak ragam produk Indonesia selain yang sudah menjadi andalan seperti kopi dan sawit, yang masih memiliki peluang besar untuk diterima di pasar Mesir,” tambahnya.

Pada event TEI 2019 tersebut, Duta Besar RI untuk Mesir juga menerima 3 penghargaan Primaduta Award kategori Pasar Potensial mewakili El Fahd Paper Industry dengan uncoated paper di kategori Pasar Potensial Produk Manufaktur, Al Yemeni Cafe dan Zahret El Bon El Brazili dengan coffee di kategori Pasar Potensial Produk UMKM.

Selain itu, Dubes Helmy mengungkapkan, dalam kegiatan TEI 2019 kali ini perwakilan RI di Mesir memanfaatkan even ini untuk membangun sinergitas kegiatan TTI (Trade, Tourism and Invesment), guna mendorong pencapaian yang komprehensif dari diplomasi ekonomi Indonesia di luar negeri.

"KBRI Cairo juga tengah mengadakan Famtrip untuk jurnalis Mesir dengan tujuan Jakarta (termasuk untuk meliput TEI 2019), Lombok, dan Bali yang nantinya dapat mendongkrak arus wisatawan Mesir ke Indonesia" ungkap Dubes Helmy. 

Berdasarkan data statistik, spending wisatawan Mesir di Indonesia paling tinggi dibandingkan negara-negara Afrika lainnya yaitu sekitar USD 1.900. Jumlah wisatawan Mesir yang berkunjung ke Indonesia hingga bulan Agustus 2019 sekitar 13.755 orang. Terdapat peningkatan sekitar 20% dibandingkan bulan Agustus 2018.

Adapun terkait Investasi, dalam rangkaian TEI ke 34 ini, Delegasi Mesir yang dipimpin Penasehat Menteri Transportasi juga telah mengunjungi industri strategis Indonesia yaitu PT PAL Indonesia, PT INKA, PT LEN Industri, PT KAI, dan PT DI. Selain itu, mereka juga mengunjungi PT Indospring di Gresik yg memproduksi pegas kereta api dan kunjungan ke MRT Jakarta.  Selanjutnya Delegasi Mesir dimaksud akan menjajaki peluang kerja sama di bidang perkeretaapian dan sinyal dgn PT INKA dan PT LEN Industri dengan potensi nilai yang masih dinegosiasikan.

Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi menerangkan capaian perolehan yang dicapai KBRI Cairo adalah buah dari komitmen bersama dalam aktualisasi sinergitas dalam bingkai TTI.

“Aktualisasi sinergitas, koordinasi, kolaborasi antar unsur pemerintah dan pelaku usaha dalam peningkatan ekspor nasional perlu terus kita tingkatkan,” ujar Irman.

Sebagai informasi, produk produk Indonesia yang paling banyak meraih transaksi penjualan pada kesempatan TEI ke-34 kali ini antara lain kopi, rempah-rempah, kertas, sawit, buah buahan tropis, roda kendaraan, karet, ATK, kelengkapan komputer, produk perikanan dan hasil laut, kerajinan tangan dan furnitur.

Pada hari pertama pelaksanaan TEI 2019, KBRI Cairo telah mencetak rekor penjualan kopi senilai 50 juta US dolar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00