• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Penyidik KPK Dalami Keterangan Saksi Terkait Proses Pengadaan QCC di Perindo II

21 October
20:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap saksi Haryadi Budi Kuncoro. Yang bersangkutan merupakan mantan Senior Manajer Peralatan PT. Pelindo II (Persero).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta mengatakan pemeriksaan terhadap Haryadi Budi Kuncoro terkait kasus perkara dugaan korupsi proyek pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II. 

"Penyidik KPK hari ini mendalami keterangan saksi (Haryadi Budi Kuncoro) teerkait dengan proses pengadaan QCC di Pelindo II," kata Febri Diansyah di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Febri menjelaskan bahwa Haryadi bersama Ferialdy Noerlan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Richard Joss Lino atau RJ Lino. Yang bersangkutan merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) PT. Pelindo II. 

Sementara itu Haryadi dan Ferialdy sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupdi (Tipikor) PT Pelindo II.

Haryadi sebelumnya telah divonis 16 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pada 26 April 2017. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 8 Agustus 2017. Sempat Haryadi mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung (MA), namun MA justru memperberat hukuman Haryadi menjadi 9 tahun penjara.

Sedangkan RJ Lino sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak 2015, yang bersangkutan diduga telah menyalahgunakan wewenang dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi terkait pengadaan 3 unit QCC pada 2010. 

Menurut KPK, total kerugian anggaran keuangan negara dalam kasus ini diperkirakan sebesar Rp 60 miliar. Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2015, namun hingga saat ini RJ Lino masih belum ditahan penyidik KPK. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00