• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Petugas Bea Cukai PLBN Badau Gagalkan Penyelundupan 62 Butir Peluru Bomen

19 October
17:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak ; Petugas  di Gate kedatangan Pos Lintas Batas Negara –PLBN Badau Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 62 butir peluru untuk senjata api jenis bomen yang dibawa oleh  Basri warga Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Menurut kepala PLBN Badau Iputu Alit AS, keberhasilan penggalan upaya penyelundupan peluru bomen ini berawal dari ketelitian petugas di Gate Kedatangan PLBN Badau yang melakukan pemeriksaan secara teliti setiap barang bawaan Basri dengan menggunakan peralatan X-Ray.   “Setelah melakukan pemindaian pada mesin X-Ray,  anggotanya mencurigai terhadap sutu buah kaleng makanan yang dari hasil peralatan Citra X-Ray, terdapat suatu barang yang disimpan didalam kaleng tersebut” jelas Iputi Alit As, Sabtu pagi, (19/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan terhadap barang berupa kaleng makanan yang di curigai, petugas Bea Cukai  menemukan sebuah bungkusan plastik warna hitam dan setelah di buka berisi 62 peluruh bomen yang biasa dipergunakan untuk berburu.

“Peluru yang ditemukan dikemas dalam dua kotak dengan rincian, 35 bitir peluru berwarna hijau merk Big Game 9 Pallettoni, Kaliber 12 buatan  Italy dan 27 peluru butir peluru berwarna merah maroon Merk Zuber Plastic Cartridgere Zero, kaliber 12 buatan Turkey” terangnya.

Dari hasil introgasi awal yang dilakukan oleh anggotanya terhadap pemilik barang bernama Basri, terang Iputu Alit,  barang tersebut merupakan titipan dari seorang warga di Sri Aman Sarawak Malaysia, untuk seseorang di Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas hulu Kalimantan Barat.

“Untuk proses penyidikan lebih lanjut barang bukti berupa 62 butir peluru, pemilik barang bernama  Basri/ supir beserta mobil yang digunakan sarana pengangkut diserahkan ke Polsek Badau untuk proses penyidikan dan penindakan lebih lanjut” tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00