• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

LBH Minta Polisi Tangkap Pelaku Bom Molotov di Medan

19 October
15:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan yang berada di Jalan Hindu nomor 13, Medan Barat dilempari bom molotov oleh Orang Tidak dikenal (OTK) pada Sabtu (19/10) dini hari. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. 

Video aksi yang dilakukan oleh OTK melempari bom molotov ke Kantor LBH Medan sempat beredar. video itu terlihat api sempat menyala di dekat plank nama LBH Medan. Warga banyak yang menyaksikan sebelum api berhasil dipadamkan. 

Terkait pelemparan bom molotov yang dilakukan oleh OTK tersebut, LBH menggelar konprensi pers pada Sabtu siang. 

Wakil Direktur Utama LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, saat kejadian ada orang diduga berada di sekitar lokasi. Berdasarkan CCTV yang diperoleh dari kedai kopi yang berada di depan kantor LBH, bahwa terduga ada dua pelaku menggunakan sepeda motor. Keduanya diduga sengaja melemparkan bom molotov ke kantor LBH.

"Ada diduga, saat kejadian ada orang di situ. Informasi terbaru sekitar tadi jam 12 itu langsung dari Kasatreskrim bapak Eko dan jajarannya itu telah mendapatkan CCTV dari kedai kopi di depan bahwasanya ada dua orang pelaku menggunakan sepeda motor yang memang sengaja melemparkan bom molotov itu secara langsung dan sampai jaket si pelaku itu juga terbakar. Mungkin dihidupkan saat di perjalanan. CCTV saat ini sedang didalami pihak Polrestabes," ucap Irvan. 

Atas kejadian itu, LBH Medan berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang sengaja ingin membakar kantor LBH dengan bom molotov. Jika hal ini dibiarkan, maka bisa saja mengancam keselamatan para penggiat Hak Azasi Manusia (HAM). Pihaknya meminta kepolisian bisa mengusut tuntas peristiwa ini dalam kurun waktu 1x24 jam.

"Tuntutan kami LBH Medan meminta dengan kejadian ini pihak kepolisian jajaran Polda dan bawahannya untuk menyelesaikan permasalahan ini 1x24 jam. Itu tuntutan kita. Karena agar ini tidak terjadi lagi. Ini memang harus diungkap. Ini membahayakan kami penggiat HAM. Berisiko buat kita. Ini bentuk perbuatan yang memang tidak bisa ditolerir lagi," tegas Irvan.

Ditambahkan Irvan, peristiwa ini harus disampaikan secara transparan kepada seluruh masyarakat. Mengingat, tidak hanya kali ini saja, sebelumnya banyak juga penggiat HAM yang sudah diteror. Bahkan sampai ada yang meninggal dunia.

"Perkara ini harus disampaikan secara transparan karena kawan - kawan aktivis banyak yang hari ini sudah diteror bahkan meninggal. Itu juga jaringan - jaringan kita. Itu harapan kita saat ini," pintanya. 
Hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti botol yang dijadikan bahan bom molotov. 

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Hanum Oktavia

    Editor RRI Malang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00