• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Ini Pesawat N 250 Hasil Karya BJ Habibie

12 September
19:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Wafatnya mantan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, meninggalkan kenangan yang cukup indah bagi bangsa Indonesia.

Karyanya sebagai teknokrat sangat fenomental, seperti Pesawat N 250 yang menjadi kebanggaan bangsa, yang saat itu diterbangkan perdana pada tanggal 10 Agustus 1995.

“Hari perdana diterbangkannya pesawat N 250, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Indonesia,” ungkap Kepala Divisi Komunikasi dan Promosi PT.Dirgantara Indonesia kepada RRI di Komplek PT.DI Jalan Pajajaran, Cicendo Kota Bandung, Kamis (12/9/2019).

Menurut Adi, pesawat N 250 yang sempat dibuat ada 2 unit yaitu Gatot Kaca dan Krincing Wesi.

“Selain pesawat N 250 ,pesawat yang sudah diproduksi oleh PT.DI adalah CN 235 dan NC 212 yang sudah diproduksi dan sudah didistribusikan ke berbagai negara di dunia hingga saat ini,” ujarnya.

Saat ini kata Adi, PT.DI punya produk baru yaitu pesawat N 219, pesawat N 219 sudah melaksanakan terbang perdananya, dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi. “Mudah-mudahan tahun 2019  bisa selesai dan tahun 2020 sudah bisa berjualan peswat N 219 itu,” imbuhnya.

Sebagai karyawan PT.DI ujar Adi, mereka begitu merasa bangga dengan Habibie dan bersama-sama punya tekad untuk membangun PT.DI menjadi besar, menjadi perusahaan industri pesawat terbang yang diperhitungkan oleh kompetitor-kompetitor dunia.

Namun ada peristiwa yang sangat menyentuh baginya, yaitu saat BJ Habibie datang mengunjungi PT.DI pada tahun 2007 dan melihat kondisi perusahaan yang sangat memprihatinkan setelah adanya pengurangan jumlah karyawan yang sebelumnya mencapai 16.000 orang hanya tinggal sekitar 2.000 orang.

“Tahun 2003 terjadi pengurangan karyawan yang sangat signifikan dan beliau datang kesini melihat ruangan-ruangan banyak yang kosong dan kesedihan diungkapkan beliau disini,” paparnya.

Saat memimpin PT. DI, Habibie memiliki ruangan kerja yang menjadi favoritnya, yaitu Direktorat Teknologi, yang menjadi tempat rancang bangun pesawat.

Adi mengaku tidak dekat dengan Habibie, karena ia baru menjadi karyawan pada tahun 1996 dan tahun 1998 BJ Habibie mengundurkan diri dari PT.DI karena akan menjalankan tugas negara menjadi Wakil Presiden RI.

Walaupun tidak begitu kenal, Habibie baginya pantas menjadi panutan bukan hanya bagi karyawan PT. DI tetapi juga bagi bangsa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00