FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Tiga Minggu Diresmikan, Wisata Relegi Darul Fikri Jadi Icon Baru Kabupaten Kubu Raya

KBRN, Kubu Raya : Pasca diresmikan oleh Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat Muda Mahendrawan pada 12 September 2020 lalu, wisata relegi Pondok Pesantren (Pon-Pes) Darul Fikri yang berlokasi di Desa Sungai Belidak Kecamatan Sungai Kakap kini menjadi wisata yang diminati warga dan mulai dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Kondisi itu dapat terlihat, yang mana setiap harinya jumlah pengunjung di wisata relegi itu menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, selain hiburan yang bernuansakan relegi, namun aneka kuliner khas daerah itu menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk lebih dekat mengenal wisata relegi tersebut.

Pemuda Desa Sungai Belidak yang turut andil dalam pengembangan wisata relegi Darul Fikri Juliansyah mengaku setiap harinya semakin banyak peminat yang berkujung di wisata relegi itu, mulai dari warga, intansi, sampai jajaran di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya yang ingin menikmati keindahan alam di wisata relegi ini.

“Antusias warga untuk berkunjung di wisata ini bisa terbilang tinggi, bahkan beberapa waktu lalu, satu diantara pengasuh Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Banten sudah menikmati suasana relegi di wisata itu. Dalam kunjungannya, pengasuh Pon-Pes di Banten itu merasa sangat terinspirasi dengan apa yang diciptakan Pimpinan Pon-Pes Darul Fikri Nur Kolik yang menciptakan lahan yang kosong di lingkungan Pesantren menjadi wisata relegi”, kata Pemuda Desa Sungai Belidak Juliansyah di Pontianak, (4/10/2020).

Juliansyah mengatakan, adapun para pengunjung yang datang di wisata relegi ini, tidak hanya dari Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak saja, melainkan ada juga dari kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat, seperi Kabupaten Mempawah, Sambas, Sanggau dan Kota Singkawang.

“Animo masyarakat yang berkunjung di wisata ini cukup tinggi berkisar antara 100 sampai 150 orang setiap harinya, bahkan jika pada hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu, para pengunjung bisa mencapai 250 orang dan ada yang sudah memboking tiket masuk terlebih dahulu melalui aplikasi yang sudah disiapkan oleh pengelolah wisata relegi Darul Fikri. Selain untuk meninkmati suasa relegi, kebanyakan pengunjung wisata ini juga ingin menikmati aneka kuliner tradisional yang berasal dari kampung setempat”, ujarnya.

Untuk lebih menarik pengunjung, kedepan diirinya bersama pimpinan Pon-Pes Darul Fikri akan mengevaluasi sejumlah hiburan, kuliner yang ada saat ini dan management dan pelayanan yang telah diberikan selama ini. Dengan berjalannya waktu wisata relegi ini juga akan ditambah luas lahannya dan menambah hiburan lainnya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada donatur yang berpatisipasi dalam pengembangan wisata relegi tersebut, bahkan ada donatur yang memberikan seribu kelinci yang akan ditempatkan di kebun binatang mini di wisata itu”, tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Mudu Mahendrawan mendukung dan mengapresiasi kreativitas dan inisiatif pemuda di semua desa, yang mana saat ini Kabupaten termuda di Kalbar itu telah banyak memiliki wisata desa, mengingat wisata desa di Kabupaten ke 12 di Kalbar itu dalam beberapa tahun terakhir sungguh luar biasa perkembangannya. Kondisi ini dapat dilihat banyaknya warga yang datang ke sejumlah titik wisata desa di Kubu Raya, seperti di Desa Sungai Belidak sendiri, Sungai Kakap, Jeruju Besar, Sungai Kupah, Punggur, Rasau Jaya dan Sungai Rengas karena warga sudah semakin jenuh. Bahkan beberapa waktu lalu sebanyak 600 orang yang tergabung dalam sejumlah komunitas mendatangi wisata hutan albasia di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya. Dukungan ini ditunjukan Bupati Muda dengan diberikannya kaos berlogo wisata relegi Darul Fikri kepada Juliansyah.

“Pemkab Kubu Raya terus berusaha mengembangkan program wisata ini, termasuk 118 desa lainnya yang tentunya memiliki ciri khas budaya peradaban yang masih hidup dan ini suatu potensi yang luar biasa bagi Kabupaten termuda di Kalbar ini”, ungkap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Bupati menuturkan, meski ditengah pandemi Covid-19 ini, tapi jika semuanya bisa bahagia dan tenang terus tentulah imunitasnya juga akan sendirinya menanjak. Makanya di Kubu Raya saat ini ada program 4 M. Yaitu, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak dan Menanjakkan imunitas tubuh. Dengan tagline Salam Menanjak yang merupakan bagian dari main Programming sebagai upaya untuk memberikan semangat agar lebih optimis dalam melakukan program, langkah-langkah dan inovasi. 

"Kubu Raya memiliki wilayah yang sangat luas sebanding dengan 70 kali lipat dari luasnya Kota Pontianak dengan pesisir yang luas yang di keliling tiga pintu muara yaitu muara Kakap, Kubu dan muara Kapuas. Dengan kelebihan yang dimiliki daerah kita, haruslah kita maksimalkan agar anak-anak kita tidak pengangguran, menjaga generasi umat yang pada akhirnya kehidupan kita juga akan lebih tenang", ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00