Sah kan Raperda, Pemkot Dorong Pemulihan Pariwisata

KBRN, Pontianak ; Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berupaya memulihkan kondisi perekonomian daerah imbas dari lumpuhnya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Langkah ini dilakukan seiring dengan mulai diterapkannya adaptasi tatanan kehidupan baru.

"Kalau transportasi sudah mulai berjalan dengan normal, otomatis pariwisata kembali mulai tumbuh," ujarnya usai menyampaikan pendapat akhir dan persetujuan bersama Wali Kota Pontianak dengan DPRD Kota Pontianak terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa (16/6).

Apalagi saat ini sejumlah tempat usaha telah beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu ia optimis apabila roda perekonomian sudah mulai bergerak, pertumbuhan ekonomi akan tumbuh kembali.

Keempat Raperda yang disahkan oleh Pemkot yakni tentang kepariwisataan, operasional RT/RW, rencana industri 2019-2039 dan penyertaan modal pada Bank Kalbar.

"Untuk sektor kepariwisataan, dengan adanya perda ini kita akan terus berupaya meningkatkan perkembangannya," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Mujiono menilai pengesahan Raperda yang perumusannya memakan waktu yang cukup lama ini bisa menjadi payung hukum dalam pengelolaan pariwisata di Pontianak. Apalagi Kota Pontianak kaya akan objek wisata yang sangat berpotensi mendatangkan PAD. 

"Ada tempat pariwisata di Pontianak, tapi belum dikelola secara baik dan komprehensif dengan mengedepankan penampilan, pelayanan, edukasi pendidikan sekaligus teknologi", ujarnya.

Diakuinya, dengan adanya Perda ini nantinya dalam anggaran perubahan yang akan dibahas pada bulan Juli Pemkot bisa memberikan masukan berupa inovasi program yang mampu mendorong sektor pariwisata guna mendorong peningkatan PAD. 

"Misalnya seperti waterfront city yang sebenarnya sangat potensial dan menjadi tempat yang dikunjungi banyak orang, tetapi sayangnya hingga kini kita belum mendapatkan feedback nya terhadap PAD, karena tidak ada pengelolaan yang mumpuni", jelasnya.

Menurut Mujiono akan lebih baik jika sejumlah tempat rekreasi di Kota Pontianak bisa berkontribusi menyumbangkan PAD pada tahun 2021, karenanya perlu dilakukan penataan ruang baik dari segi lingkungan maupun pengaturan jumlah pedagang yang berjualan disana. (Kiki)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00