Penjualan Madu Kelulut dan Madu Lebah Mangrove Melonjak

KBRN, Pontianak : Madu identik dengan rasa manis. Rasa manis itu emang murni tanpa ada kandungan bahan apapun. Berbagai jenis madu hadir dari berbagai pelosok wilayah Kalimantan Barat. Satu diantaranya Madu Kelulut dan Madu Lebah Mangrove yang berasal dari Desa Tanjung Harapan di Bentang Pesisir Padang Tikar, Kubu Raya.

Melihat potensi besar di Desa tanjung harapan menggugah Mirza pria asal Kota Pontianak untuk berbisnis madu. Bersama LSM Sampan, Mirza termotivasi mengangkat potensi desa dengan harapan meningkatkan perekonomian khususnya warga desa tersebut.

Selama hampir dua tahun berjalan ternyata produksi madu dari masyarakat desa semakin meningkat berimbas terhadap penjualan Mirza yang mampu menembus pasar di Pulau Jawa, Sumatra dan beberapa wilayah lain di tanah air.

Disaat bulan Ramadhan termasuk ditengah wabah Covid 19 permintaan masyarakat semakin banyak. Madu ini diyakini mampu meningkatkan imun tubuh termasuk menjaga stamina.

“Semakin banyak produksi dari masyarakat desa, kualitasnya juga baik, terbukti sudah sampai ke Jawa, Sumatra dan beberapa kota lain di Indonesia” katanya

Pria lulusan IKIP PGRI Pontianak ini menawarkan dua varian rasa madu kelulut. Madu berwarna merah dengan rasa asam yang tinggi dan madu berwarna hitam rasanya sedikit asam tapi ada rasa manisnya. Untuk harga madu sendiri dijual dengan harga Rp.100 ribu berisi 500 ml dan Rp.60 ribu rupiah berisi 250 ml madu. Bagi anda bisa mencoba mengkonsumsi madu kelulut padang tikar yang memang berbeda dibanding dengan madu-madu lainnya dengan banyaknya kasiat dipercaya mampu menjaga kesehatan dan imun tubuh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00