Festival Vlog Jelajah Wisata Kubu Raya (KRTV 2020) Langkah Terobosan Luar Biasa Bagi Kalangan Milenia Perkuat Pariwisata

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) dinilai sukses menggelar Kubu Raya Traveler Vlog Festival (KRTV Fes) tahun 2020 yang merupakan event perdana yang digelar di provinsi itu. Even yang merupakan terobosan dan inovasi Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH ini menjadi wadah bagi kaum milenial dalam mengekpresikan hobinya membuat vlog untuk mempromosikan pariwisata di masing-masing Desa dan Kecamatan yang ada di Kabupaten termuda di Kalbar itu. 

Dari hasil vlog yang dikirimkan 89 peserta, Pemkab Kubu Raya mengambil 40 pemenang dari masing-masing kategori yang telah diumumkan pada malam penganugrahan KRTV Fest di Gardenia Resort and Spa, Sabtu (7/3/2020) malam.

Membludaknya jumlah peserta yang ikut andil dalam KRTV Fest tahun 2020 ini, membuat Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH memperpanjang jadwal pendaftaran, karena melalui Vlog Traveller ini  bagian dari cara yang unik dan menarik serta ada estetika yang disampaikan bagi peserta melalui video. Yang mana Video yang dibuat setiap peserta harus mampu menceritakan kondisi alam di Kubu Raya, sehingga dapat diminati oleh masyarakat untuk berkunjung di Kabupaten itu.

Pemenang vlogger pria terbaik Ahmad Gunawan menilai, kompetisi Vlog yang baru saja digelar Bupati Muda Mahendrawan ini sangat luar biasa, karena meski dirinya sudah pernah menang diajang serupa, namun KRTV Fest 2020 ini merupakan kompetisi yang besar yang pernah ia ikuti selama ini, karena ada moment terindah yang menjadi kenangan bagi Ahmad saat menjelajah pariwisata di Kubu Raya.

“KRTV Fest 2020 ini sungguh luar biasa, apalagi ini kompetisi yang pertama di Kalbar dan mungkin bahkan di nasional, karena menghadirkan beberapa peserta dari luar Provinsi Kalbar, satu diantaranya dari Jakarta dan Provinsi Banten. Kompetesi ini juga merupakan terunik yang pernah saya ikuti selama ini, karena kompetisi ini menyediakan beberapa penghargaan dari beberapa kategori diantaranya, vlog terbaik, vlog favorit, presenter terbaik pria dan wanita, editing terbaik, penata suara dan penata gambar terbaik. Jadi menurut saya, kompetesi ini merupakan kompetesi yang unik yang pernah ada di Indonesia”, ungkap Pemenang vlogger pria terbaik Ahmad Gunawan di Sungai Raya, Kamis (12/3/2020).

Ahmad menuturkan, selama pembuatan Vlog, setiap hari Minggu, dirinya berusaha mencari 2 lokasi wisata di 2 Kecamatan berbeda di Kubu Raya, diantaranya wisata Rajati Flower Garden di Desa Rasau Jaya III Kecamatan Rasau Jaya dan Wisata Balik Kampong di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap. Setelah mendapatkan video, dirinya berusaha menggabungkan moment terbaik saat proses editing dengan pengisian suara untuk post productionnya.

“Bagi saya, vlog yang telah dibuat selama mengikuti KRTV Fest ini masih banyak kekurangan dan kesalahan karena waktu yang sangat singkat. Meski demikian, saya sangat puas dengan adanya kompetisi itu. Alhamdulillah saya bisa meraih 2 penghargaan diantaranya, penata suara terbaik dan vlog terbaik satu”, jelasnya.

Sementara itu, pemenang cameramen terbaik, penata gambar terbaik dan vlog pria terbaik ke dua M. Nauval Isnin Akbri merasa asik dan merasa tidak percaya bisa mengikuti KRTV Fest yang baru pertama kali diadakan di Kalbar, karena jarang sekali ada event seperti ini di tingkat Kabupaten dan baru Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang mampu dan berani menciptakan gagasan dan mengadakan kompetisi vlog bagi kaum milenial seperti dirinya.

“Sebagai Conten Creator, dengan adanya KRTV Fest ini saya merasa tertantang untuk bisa menuangkan kemampuan imajinasi dan krestivitas saya dalam menciptakan videografi yang unik dan menarik sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Awalnya saya tidak ada rencana untuk mengikuti kompetisi ini, namun karena ada waktu luang, saat itu saya langsung mencari dan memanggil teman-teman terdekat saya untuk mengikuti perlombaan vlog. Setelah saya melihat iklan di Instragram miliknya KRTV Fest, saya bersama teman-teman berusaha mengikuti syarat-syarat yang telah ditetapkan panitia”, ceritanya.

Pria asal Kota Pontianak ini mengaku dalam pembuatan vlog ini, dirinya bersama teman-temannya menghabiskan waktu kurang lebih 5 minggu untuk menentukan destinasi wisata yang akan diperlombakan. Meski demikian, rasa capek dan kerja kerasnya terobati setelah mendapatkan 4 penghargaan dari 4 kategori berbeda, dianataranya Pemenang Vlog Terfavorit, Penata Suara Terbaik, Penata Gambar Terbaik, dan Editor Terbaik dengan judul Keindahan Angin Muara.

“Dalam pembuatan vlog ini, saya dan teman-teman sepakat untuk mengambil destinasi wisata Telok Berdiri di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap, wisata Equaor Park di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap, wisata alam Rajati Flower Garden di Desa Rasau Jaya III Kecamatan Rasau Jaya, Wisata Mangrove di Desa Dabong dan Desa Olak-olak Kubu Kecamatan Kubu. Kedepannya, Insya Allah saya akan berusaha mengikut lagi di KRTV Fest tahun 2021”, tuturnya.

Di tempat terpisah Kepala Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Nurhalijah mengatakan, saat ini di Desanya terdapat dua obyek wisata diantaranya Rekadena dan Equator Park. Yang mana Rekadena merupakan obyek wisata paling lama yang sudah ada, tepatnya 2010 lalu, sedangkan Equator Park merupakan wisata yang baru diresmikan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH beberapa waktu lalu dan saat ini wisata Equator Park sering didatangi pengunjung, bahkan di wisata ini juga dijadikan tempat bagi peserta KRTV Fest sebagai bahan untuk diperlombakan.

"Kami sangat bersyukur, dengan digelarnya KRTV Fest ini tentunya sangat membantu kami dalam mempromosikan Wisata Equator Park kepada masyarakat luas, karena wisata Equator Park yang berlokasi di Dusun Karya Bhakti Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap ini dibangun menggunakan Dan Desa (DD) dan swadaya masyarakat sekitar. Wisata ini menyajikan destinasi  yang rindang dan menyejukan dan pengunjung juga diperbolehkan berswafhoto di tempat ini dan beberapa tempat yang instagramble. Selain rindangnya alam, di wisata ini juga menyajikan beberapa tempat penginapan",  ungkap Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah saat menghadiri Wisuda Kademi Paradigta di aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (12/3/2020).

Nurhalijah menambahkan, pengembangan obyek wisata ini sebenarnya sudah mulai dirintis sejak tahun 2016 lalu, namun keterbatasan anggaran, proyek pengembangan kawasan Equator Park baru mulai gencar dilakukan pada tahun 2019 lalu melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) dan kemitraan.

"Sejak diresmikan pada tahun 2019 lalu, Alhamdulillah pengunjungnya datang dati berbagai daerah, bahkan banyak juga yang datang dati Kabupaten lainnya Di Kalimantan Barat",  paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Abbas S.Ag. Abbas mengatakan, pihaknya bersyukur dengan di gelarnya KRTV Fest yang baru pertama Kalimantan di gelar itu, mampu memperkenalkan wisata Hutan Albasia sebagai obyek bagi vlogger yang ikut kompetisi itu dan pihaknya akan semaksimal mungkin potensi obyek wisata  Hutan Albasia yang kedepannya akan dikelola dan kembangkan dengan berbagai macam hiburan untuk menarik wisatawan, sehingga hal ini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (APDes) Kuala Dua. 

"Tentunya kami merasa bangga dan berterima kasih dengan digelarnya KRTV Fest yang merupakan terobosan dan inovasi Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH dan menjadi kompetisi pertama yang pernah ada di Kalbar selama ini. Dengan adanya event KRTV Festival mampu mempromosikan potensi wisata yang ada di Kubu Raya. khususnya Di Desa Kuala Dua. Jika melihat Sumber Daya Alam yang ada, tentunya Desa Kuala Dua memiliki banyak potensi wisata, karena Desa Kuala Dua banyak memiliki sungai dan hutan yang kedepannya bisa dikembangkan sebagai obyek wisata", ungkap Kepala Desa Kuala Dua Abbas, S.Ag di ruang kerjanya.

Abbas menambahkan,Kedepan, pihaknya berusaha memengelola wisata Hutan Albasia ini bukan hanya sebagai tempat reaksi semata, namun juga bisa menjadi wadah bagi mahasiswa, vlogger untuk menciptakan imajinasi dan kreasi mereka dan bisa juga menjadi wadah untuk mendukung program Bupati Kubu Raya yaitu Literas Membacakan. 

"Kedepan kita juga akan kembangkan wisata Hutan Albasia ini dengan spot-spot dengan membangun Gazebo, memperbanyak Hammocknya, playing fox dan kita juga mendesain pembangunan rumah pohon, rumah ibadah dan bangunan penujang lainnya. Sehingga Kedepan, wisata Hutan Albasia ini mampu menarik wisatawan, baik di kalbar maupun di luar Kalbar dan  mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Ada keunikan tersendiri di Hutan Albasia ini, Jika di Eropa ada musim gugur maka tidak perlu jauh-jauh ke sana karana di Hutan Albasia ada juga musim gugurnya. Tentunya situasi ini sangat asyik untuk berswafhoto bersama keluarga ala Eropa. Musim gugur biasanya terjadi pada awal bulan 2 sampai bulan 3, selanjutnya musim semi ( tumbuh daun) setelah bulan 3 ke atas", jelasnya.

Di sisi lain, seorang pemuda Desa Kuala Dua Angga Zulkhan menuturkan, sejak digelarnya KRTV Fest, banyak sekali orang yang datang ke obyek wisata Hutan Albasia, bukan hanya warga desa Kuala Dua saja, namun ada juga warga dari kabupaten dan provinsi lainnya, seperti Kabupaten Landak, Kapuas Hulu, Ketapang dan Kabupaten Sambas bahkan ada vlogger dari luar Kalbar yang datang ke wisata Hutan Albasia ini seperti dari Provinsi Banten dan Jakarta untuk menjadikan Hutan Albasia sebagai tema utama bagi vlog mereka. 

"Sebagai pemuda yang berdomisili di Desa Kuala Dua, tentu saja saya memiliki andil dan tanggung jawab dalam mengembangkan obyek wisata di desa ini", ucapnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura ini menilai, jika kedepannya semua fasilitas umum yang di Hutan Albasia ini bisa diakomodir, tidak menuntut kemungkinan itu akan lebih baik lagi. 

"Saya mewakili pemuda di desa Kuala Dua mengharapkan kepada Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya agar lebih menggencarkan lagi pengembangan di sektor pariwisata ini, karena kedepannya wisata Hutan Albasia ini akan memiliki prospek yang cukup menjanjikan", harapnya.

Saat dihubungi RRI via WhatApp massenger, pemuda Desa Nipah Panjang Kecamatan Batu Ampar Munawir mengatakan, KRTV Fest 2020 yang baru saja digelar Pemkab Kubu Raya itu memberikan dampak yang cukup besar dalam mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Mempawah itu, karena dengan kompetisi ini, tentunya mampu memberikan gambaran dan napak tilas bagi wisatawan untuk mengunjungi wisata di Kabupaten yang akan menginjak usia ke 13 tahun pada 17 Juli mendatang. 

"Harapan kami agar Pemerintah Daerah dapat mengangkat wisata yg ada di wilayah kami di Dusun Sungai Pandan Desa Nipah Panjang Kecamatan Batu Ampar. Kami ingin memajukan Pertanian kami disana dan juga mempromosikan hasil pertanian kami melalui wisata padi dan mengenalkan wisata yang ada di daerah kami, mengingat dalam waktu dekat Desa kami akan menggelar panen raya padi", ungkap Munawir saat dihubungi RRI via WhatApp massenger. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00