Maksimalkan Perayaan Imlek, Sebagai Even Wisata Nasional

KBRN, Pontianak : Perayaan Imlek yang sudah menjadi jadwal wisata nasional  Kalimantan Barat selain Danau Sentarum, sehingga harus menjadi even  yang berarti bagi Kalbar. Karena sudah terjadwal berarti secara Internasional sudah ada di agen-agen pariwisata.

“Untuk memaksimalkan even-even ini  ada tiga langkah yang harus dilakukan, diantaranya harus mempromosikan obyek-obyek   yang ada di Kalbar”, jelas Praktisi Ekonomi Universitas Tanjungpura-Untan Pontianak, Ali Nasrun di Pontianak, Minggu (19/01/2020).

Langkah ini penting dilakukan agar jangan sampai  para wisatawan yang punya niat batal hanya gara-gara tidak tahu bahwa di Kalbar ada.

“Jadi jangan puas dengan promosi yang sudah ada dan harus lebih gencar, karena kita bersaing dengan pariwisata tempat lain, ada Bali, ada Toba, ada Yogyakarta, ada NTB pasi mereka itu gencar promosi-promosi, bukan hanya dalam negeri tetapi juga ke luar negeri”, harap Ali Nasrun.

Lebih lanjut Ali Nasrun menjelaskan, yang kedua pentingnya mengadakan  even di Kalbar, sehingga jangan even ini merupakan sesuatu yang tidak berubah dan monoton seperti yang sudah-sudah, karen akibatnya orang tidak  akan datang kedua kali. Namun jika selalu berkembang dan bertambah baik abstraksinya maupun lokasi maka akan membuat orang berulang  datang kembali, disamping terus meningkatkan pelayanan, karena para wisatawan yang ingin bersenang-senang  dan jika tidak tentu akan kecewa.

“Kemudian yang ketiga, bagaimana kita membuat kesan selama mereka berada di Kalimantan Barat, sehingga mereka jangan mengambil keputusan  buru-buru pulang, dan yang paling baik adalah mereka menambah waktu, menambah tempat dan menambah belanja mereka juga”, ungkapnya.

Ali Nasrun  membenarkan hal itu, tinggal bagaimana kepiawian  daerah  mampu mengambil kesempatan ini, dimana mereka yang sudah ada di   di kalimantan barat jangan diabaikan dan disia-siakan tetapi harus didorong lagi untuk bisa mengunjungi destinasi-destinasi atau atraksi-atraksi  yang belum mereka ketahui.

“Dampaknya para wisatawan akan lebih panjang  dan memperlambat keberadaannya di  Kalbar dan efeknya nanti akan menjadi promosi  di tempat asalnya, baik sesama nusantara di Indonesia maupun  regional sampai ke dunia Internasional”, tambah Ali. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00