Potensi Geowisata di desa Temajuk

KBRN, Pontianak : Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas dan sekitarnya memiliki potensi kekayaan dan keragaman geologi. Potensi di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia itu akan memberikan daya tarik apabila dapat dikembangkan sebagai lokasi wisata alam berbasis kebumian atau geowisata.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia Kalimantan Barat (Pengda IAGI Kalbar), Hendri Wahyudi mengatakan, usulan geowisata di Desa Temajuk tersebut didukung oleh beberapa faktor, antara lain; merupakan kawasan terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan yang bersinggungan langsung dengan negara tetangga (Malaysia).

Kemudian lokasi deliniasi wilayah Geowisata Temajuk terdiri dari kawasan lindung dan kawasan budidaya, sehingga nantinya diharapkan dapat mendukung kelestarian lingkungan.Wilayah Temajuk juga merupakan kawasan perbatasan yang sudah berkembang serta didukung oleh Pemerintah Pusat untuk pengembangan menjadi kawasan pariwisata berbasis desa wisata.

“Bentang alamnya juga memiliki keindahan alami dengan kombinasi yang lengkap berupa dataran dan pegunungan serta perbukitan terisolir,” ujarnya, Sabtu (4/9/2021)

Selanjutnya, terdapat tiga jenis batuan (beku, sedimen dan metamorf) yang muncul pada wilayah Desa Temajok, serta mempunyai perbedaan umur yang jauh dan dapat dilihat atau tersingkap dengan jelas, serta menarik untuk dibuat cerita atau sejarah tektonik genesanya.

Serta dijumpai adanya proses mineralisasi logam (besi dan mangan) yang kemungkinan terjadi akibat terobosan batuan (plutonik) akibat tektonik menarik untuk menjadi bahan pembelajaran atau pendidikan kebumian. Hendri menyebutkan, pihaknya mendukung potensi ini dengan program unggulan “Satu Pengda Satu Geowisata”.

“Bupati Sambas juga telah mendukung penuh usulan Geowisata Temajuk yang dalam pengelolaannya berbentuk kerjasama atau kolaborasi konsep Pentahelix,” katanya.

Geowisata Temajuk di kawasan perbatasan dengan konsep kerjasama atau kolaborasi pentahelix akan didukung oleh para pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur pemerintah (Pemda Provinsi dan Kabupaten), akademisi, pelaku usaha, praktisi, media dan TNI.

”Ini nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu program unggulan yang bisa dimunculkan pada Kawasan Wisata Temajuk dalam rangka mengembangkan potensi keragaman geologi lokal yang dapat menambah destinasi wisata baru berbasis kebumian di Kabupaten Sambas,”terangnya. 

Hendri menambahkan, terhadap usulan pengembangan geowisata oleh Pengda IAGI seluruh Indonesia ini akan dievaluasi dan diseleksi secara nasional oleh Pengurus Pusat IAGI – MAGI dengan didukung oleh Kementerian PUPR.

Kemudian dari hasil evaluasi dan seleksi tersebut akan dipilih lima lokasi usulan pengembangan geowisata terbaik dan nantinya akan diberikan dukungan pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan pusat informasi geowisata oleh Menteri PUPR.

Tim Percepatan Geowisata IAGI Kalbar dalam mempersiapkan kolaborasi Pentahelix tersebut, saat ini sedang melakukan kunjungan ke para pemangku kepentingan yang terdiri dari OPD Provinsi Kalbar, OPD Kabupaten Kalbar, pelaku usaha, Bank Indonesia, Bank Kalbar, praktisi wisata serta pihak TNI antara lain Kodim, Lantamal XII Pontianak, Lanud Supadio untuk mengambil video statement dalam mendukung pengembangan Geowisata Temajuk di kawasan perbatasan maju dan inovatif. (Rilis)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00