Sektor Ekraf dan Wisata Harus Bangkit

KBRN, Pontianak : Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihatsari tak menutupi, bahwa pelaku usaha ekonomi kreatif ikut terdampak dari pandemi covid 19 ini. Iapun mendorong pelaku usaha kreatif untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produknya.

“Sejak bulan September tahun lalu,  kami (Disporapar Kalbar) sudah mulai melaksanakan kegiatan aktivasi pariwisata dan ekonomi kreatif dimasa pandemi,” ujar Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihatsari kepada RRI, Kamis (22/07/2021).

Memang diakui Windy sektor ekenomi kreatif turut berdampak akibat pandemi covid 19 ini. Apalagi kondisinya kini, Indonesia masih terus berjuang terlepas dari pandemi covid.

Sebagai langkah agar industri ekraf tidak mati suri selama pandemi covid. Sebelumnya, di Desember tahun lalu Disporapar sudah menindaklanjuti dengan mempromosikan produk ekraf secara virtual dengan melibatkan sektor kriya dikerjasamakan dengan Dekranasda Provinsi Kalbar bersama subsektor kriya dan fashion. Pandangan dia, dalam acara tersebut bisa dikatakan berhasil.

Menurut Windy teman-teman ekraf dapat menerobos pasar virtual. Melalui marketplace tersebut mereka bisa memasarkan produknya secara online. Partisipasi dalam kegiatan itu mencapai seribuan peserta. Skopnya tidak hanya di Kalbar. SeIndoneisa diikutkan dengan melibatkan duta besar.

Di tengah pandemi saat ini, iapun meminta agar teman-teman yang berada di bidang ekraf untuk terus melakukan promosi produk melalui virtual. Motivasi tentunya harus diberikan pada pelaku ekraf. Tujuannya agar mereka semangat dan tetap optimis meski di tengah pandemi covid yang tak kunjung usai.

Selain ekraf. Industri pariwisata dunia Kalbar khususnya juga terdampak akibat pandemi covid 19. Sebagai upaya agar wisata Kalbar tetap hidup, iapun mengajak masyarakat yang belum bisa pergi berwisata keluar daerah Kalbar untuk dapat menikmati wisata di Kalbar. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan dan melihat zona disetiap daerah di Kalbar. 

“Saat ini kita bersama stakholder terus berupaya untuk mempersiapkan apa yang belum maksimal. Untuk wisata, penekanan kita tetap pada tiga poin. Yaitu amenitas, atraksi dan aksebilitas. Selain itu kita juga melounching tawaran paket wisata murah, yang dikerjasamakan dengan stakholder penyedia jasa transportasi,” katanya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00