FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

BPBD Kota Pontianak Ungkap Keterlibatan Damkar Swasta saat Atasi Karhutla

KBRN, Pontianak : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo mengapresiasi keterlibatan pemadam kebakaran (Damkar) swasta, saat terjadi Karhutla. 

"Kuta sudah 33 hari di lapangan memadamkan api. Alhamdulillah, kontribusi dari damkar swasta sangat besar ya. Tanpa mereka kita juga mengalami kesulitan," katanya Minggu (07/03/2021). 

Haryadi menyebutkan, secara teknis, BPBD sebagai koordinator penanganan Karhutla, tidak serta merta menerjunkan anggota damkar swasta untuk memadamkan lahan yang terbakar. Karena, penanganan lahan khususnya gambut yang terbakar beda dengan kegiatan pemadaman yang biasa dilakukan pemadam kebakaran pada umumnya. 

"Kami ada gugus tugas yang didalamnya ada juga damkar swasta dan relawan. Saat terjadi, kita langsung sampaikan melalui media sosial yang ada. Kita atur strategi agar memudahkan pemadaman api," jelasnya. 

"Kalau kebakaran di pemukiman itu satu sampai tiga jam selesai. Tapi kalau di lahan gambut, inikan berbeda. Jadi kita juga bagi tugas, di ring satu ada petugas khusus dari BPBD. Damkar swasta ini kita letakan di ring dua," ujar Haryadi.  

Sedangkan terkait kontribusi yang diberikan pemerintah kepada damkar swasta, Haryadi mengungkapkan, tidak ada insentif khusus. Damkar swasta hanya diberikan operasional bahan bakar saja saat membantu memadamkan api dilahan yang terbakar. 

"Untuk bantuan, kami berikan konsumsi sehari dua kali siang dan malam. Sedangkan untuk bensin, kita bantu bensin 20 liter untuk mobil, roda dua 5 liter," jelasnya. 

Semetara untuk memaksimalkan upaya pemadaman di lokasi lahan gambut yang terbakar, BPBD Kota Pontianak sudah memetakan wilayah rawan yang menjadi pridoritas. BPBD juga mengimbau agar warga ikut andil dalam upaya pengendalian Karhutla. 

"Ada tiga kecamatan yang dipetakan rawan karhutla, Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara. Kita imbau warga agar sigap untuk segera melaporkan jika ada kebakaran. Baik ke BPBD atau Damkar. Sehingga api bisa segera dipadamkan," tutup Haryadi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00